• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Luhut Ingin Geser Dominasi Jepang dalam Industri Otomotif di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 8, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacu Industri Otomotif, China Tak Pangkas Subsidi Mobil Listrik

Industri mobil listrik di China. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pengembangan mobil listrik di Indonesia sudah tidak bisa ditunda lagi.

Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya sekedar menjadi pasar otomotif negara lain.

Luhut mencontohkan, realitas industri otomotif di Indonesia dimana hampir 96 persen dikuasai produsen Jepang. Artinya, secara teknologi, mobil konvensional Indonesia ‘dijajah’ oleh Jepang.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Jika merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia saat ini dikuasai Toyota, Daihatsu, Suzuki, hingga Honda yang seluruhnya merupakan produsen Jepang.

“Hampir 96 persen itu mobil di Indonesia mobil jepang, tidak ada mobil lain. Jadi kita ini sebenarnya, maaf kalau kita bilang kita ini secara teknologi dijajah oleh Jepang, memang iya,” kata Luhut dalam sebuah diskusi, Senin (7/9/2020).

Menurut Luhut, dengan pengembangan mobil listrik, Indonesia secara perlahan bisa keluar dari dominasi teknologi Jepang. Dan langkah itu tidak akan sulit sebab seluruh bahan baku dan material sudah tersedia di Indonesia.

“Dengan masuk ke industri mobil listrik, Indonesia bisa jadi pemain dan tidak hanya sekedar pasar. Kita pakai Hyundai dulu. Dia kan mobil listrik, hanya butuh lithium baterai dan kedua dia hanya butuh motor, tidak butuh engine,” kata Luhut.

Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Satryo Soemantri Brodjonegoro menambahkan era mobil tampa emisi harus menjadi momentum agar Indonesia bangkit dan punya industri sendiri.

“Ini tentu momentum yang tidak boleh kita abaikan. Ini saatnya Indonesia bangkit kalau mau punya industri otomotif nasional sendiri,” kata Satryo.

Menurut Satryo, Indonesia mampu mengembangkan industri mobil listrik karena teknologinya lebih ringkas dibandingkan kendaraan dengan sistem pembakaran internal.

“Mobil listrik itu teknologinya paling sederhana. Dibandingkan mobil konvensional, di Indonesia itu lebih dari 50 tahun tidak pernah bisa membuat mesin. Dengan mobil listrik hanya butuh baterai, motor listrik dan kontroler,” tandas Satryo. (ATN)

Tags: Kendaraan ListrikMobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.