• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi: Indonesia Sudah Krisis

by Redaksi Asiatoday
September 8, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
OPINI: Ecocide, Oligarki dan Keberanian Jokowi

Presiden Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, dibutuhkan usaha extra ordinary di segala bidang khususnya perekonomian untuk menyelamatkan Indonesia.

Jokowi menegaskan, langkah pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 bukan hanya dilakukan agar perekonomian tidak semakin terpuruk dan kegiatan perekonomian masyarakat masih bisa berjalan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Semua itu saya tegaskan kembali berulang-berulang untuk menyamakaan frekuensi bahwa kita memang dalam kondisi krisis,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Jokowi menegaskan, menyelamatkan rakyat lebih penting dibanding prosedur dan aturan yang berbelit-belit. Karena itu, aturan yang dibuat sendiri itu sudah waktunya dirombak.

“Upaya extra ordinary harus di bidang perekonomian, bantuan sosial berupa kebutuhan pokok, bantuan sosial berupa uang tunai harus dilakukan cepat untuk menyelamatkan rakyat yang tiba-tiba menganggur, yang tiba-tiba tidak punya penghasilan. Bantuan untuk UMKM, subsidi gaji dan restrukturisasi kredit juga harus dilakukan secara cepat,” pinta Jokowi.

Pemerintah harus mampu mengganti cara kerja dari channel yang biasa-biasa menjadi channel yang luar biasa, seperti juga kondisi dunia pada umumnya.

“Kita masih butuh waktu untuk keluar dari kondisi ini, pemerintah masih butuh fleksibilitas kerja dan kesederhanaan prosedur agar semua permsalahan bisa ditangani dengan cepat, tepat sasaran dan efiseien,” pungkas Jokowi. (ATN)

Tags: Krisis EkonomiPresiden JokowiResesi EkonomiResesi Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.