• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Baru Merebak di China, Lebih 3.000 Orang Sudah Terinfeksi

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Baru Merebak di China, Lebih 3.000 Orang Sudah Terinfeksi

Bakteri Brucellosis. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Wabah coronavirus (Covid-19) belum usai, kini muncul wabah baru yang berasal dari hewan dan telah merebak di China.

Kali ini dokter mendiagnosis lebih dari 3.000 orang di Provinsi Gansu, China telah terinfeksi oleh penyakit bakteri yang dikenal sebagai brucellosis.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) di Lanzhou mengatakan, petugas kesehatan menguji hampir 22.000 orang di kota untuk penyakit tersebut dan 3.245 kembali positif. Wabah merebak setelah kebocoran di sebuah perusahaan biofarmasi.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Tidak ada kematian yang terkait dengan wabah tersebut,” pernyataan pihak NHC Lanzhou, dikutip CNN, Jumat (18/9/2020).

Brucellosis adalah infeksi bakteri yang dapat ditularkan manusia setelah bersentuhan dengan atau meminum susu ternak yang terinfeksi brucella. Penyakit ini juga dikenal sebagai demam Malta atau demam Mediterania yang dapat menyebabkan gejala termasuk sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan, meskipun gejala ini mungkin mereda, beberapa gejala bisa menjadi kronis atau tidak pernah hilang, seperti radang sendi atau pembengkakan pada organ tertentu.

“Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang,” menurut CDC.

Sebaliknya, kebanyakan orang terinfeksi dengan makan makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri, seperti yang tampaknya terjadi di Lanzhou.

NHC mengatakan, wabah ini berasal dari kebocoran di pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou, yang terjadi antara akhir Juli hingga akhir Agustus tahun lalu. Saat memproduksi vaksin Brucella untuk hewan, pabrik menggunakan disinfektan dan pembersih kadaluarsa yang berarti tidak semua bakteri dibasmi dalam limbah gas.

Pabrik farmasi biologi yang memproduksi vaksin brucella, saat ini lisensinya telah dicabut. Di antara mereka yang terinfeksi adalah karyawan di Institut Penelitian Hewan Lanzhou, yang terletak di dekat lokasi kebocoran, dan mahasiswa serta anggota fakultas di Universitas Lanzhou. (ATN)

Tags: BrucellosisChinaChina Virus
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.