• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dompet Dhuafa Bersama ISEA, UNESCAP Dorong Kewirausahaan Sosial di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dompet Dhuafa Bersama ISEA, UNESCAP Dorong Kewirausahaan Sosial di Asia Pasifik

Konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL). Ist

ASIATODAY.ID, MANILA – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan dunia semakin jauh dari target-target Pembangunan yang Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini terjadi karena lemahnya komitmen negara-negara anggota dan krisis ekonomi akibat pandemi.

Dompet Dhuafa, bersama Institut for Social Enterprise in Asia (ISEA) dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP), menyerukan agar kewirausahaan sosial (social enterprise) harus didorong untuk menjawab tantangan ini agar kemiskinan akibat pandemi di banyak negara bisa ditanggulangi.

Dalam konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL) yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari negara-negara Asia Pasifik tanggal 16-17 September kemarin, Dompet Dhuafa menawarkan penerapan konsep pemberdayaan perempuan di rantai pasok produk-produk pertanian dan perlunya kewirausahaan sosial di bidang layanan kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kekuatan kewirausahaan sosial terletak di pemberdayaan karena memposisikan masyarakat sebagai small producer yang menjadi mitra usaha dan agen perubahan sosial sekaligus. Dompet Dhuafa sebagai sebuah kewirausahaan sosial menjalankan fungsi ini,” kata Nasyith Majidi, Ketua Yayasan DDR, di hadapan negara-negara peserta Konferensi SEAL, melalui keterangannya, Sabtu (19/9/2020).

Pada kesempatan itu, Dompet Dhuafa menyampaikan konsep Health for All untuk kewirausahaan sosial yang bergerak di bidang kesehatan.

“Konsep ini bertumpu pada tiga hal pokok, yaitu pendekatan kesehatan yang holistik, pemberdayaan kesehatan masyarakat dan blended finance antara dana-dana filantropi seperti zakat dan wakaf, investasi, asuransi, dan jaminan sosial Pemerintah,” papar Nasyith.

Saat ini, Dompet Dhuafa juga menggulirkan berbagai program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) di beberapa daerah di Indonesia bersama RRI, Kemendagri, dan banyak pihak. 

Ketua Panitia SEAL, Marie Lisa Dacanay dari Filipina, menyatakan saat ini banyak perusahaan yang bertumpu para kewirausahaan lokal di Asia Pasifik terpukul oleh krisis ekonomi.

“Konferensi ini sebagai sarana saling belajar, saling menguatkan dan saling bermitra agar kewirausahaan sosial ini bisa bangkit kembali dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi dan perubahan sosial sekaligus,” kata Lisa.

Konferensi SEAL kali ini membahas lima platform kewirausahaan sosial agar dapat bangkit kembali, yaitu Pemberdayaan Perempuan di rantai pasok pertanian (We Live Food), Kesehatan untuk Semua (Health for All), Pendidikan dan Pekerjaan Layak (Education and Decent Work), Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular (Sustainable Consumption and Production and Circular Economy), dan Revitalisasi Desa dan Kewirausahaan Sosial Pemuda (Rural Reconstruction and Youth Social Enterpreneurship). (AT Network)

Tags: COVID-19Dompet DhuafaInstitut for Social Enterprise in AsiaISEASustainable Development GoalsUNESCAP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.