• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Inovasi Hunian Hijau, Apartemen di Australia Menjelma Menjadi Pepohonan dan Dedaunan

by Redaksi Asiatoday
September 20, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inovasi Hunian Hijau, Apartemen di Australia Menjelma Menjadi Pepohonan dan Dedaunan

Urban Forest, gedung apartemen setinggi 30 lantai di Brisbane, Australia. Ist

ASIATODAY.ID, BRISBANE – Sebuah hunian berkonsep hijau siap hadir di Kota Brisbane, Australia.

Hunian ini bernama Urban Forest, merupakan gedung apartemen setinggi 30 lantai di Brisbane, Australia. Apartemen tersebut dibalut puluhan ribu pohon dan tanaman.

Inovasi Hunian Hijau, Apartemen di Australia Menjelma Menjadi Pepohonan dan Dedaunan 1
Urban Forest, Australia. Ist

Dirancang oleh Koichi Takada Architects, apartemen ini memiliki 1.000 pohon dan 20 ribu jenis tanaman, serta lebih dari 250 spesies asli Queensland.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Apartemen yang dibangun oleh pengembang Aria Property Group tersebut mencakup 392 rumah. Rencananya, Urban Forest akan dijadikan sebagai hunian paling hijau di dunia.

“Urban Forest mungkin adalah yang paling hijau yang dapat kami rancang dengan alat dan peraturan ‘penghijauan’,” kata pendiri studio Koichi Takada dikutip Dezeen, Minggu (20/9/2020).

Studio arsitek berharap agar apartemen tersebut menjadi proyek gaya hidup yang lebih berkelanjutan, terutama di masa saat ini dan setelah pandemi Covid-19.

“Pasca Covid-19, saya pikir ini adalah kesempatan besar untuk berhenti sejenak dan memikirkan kembali dan mengubah paradigma dari industri ke alam,” jelas Takada.

Takada mengungkapkan, beton, baja dan kaca merupakan barang industri padat. Mereka adalah materialitas mati. Untuk itu, diperlukan lebih banyak materialitas hidup untuk membuat arsitektur hidup.

“Satu hal yang dapat diambil dari krisis pandemi Covid-19 adalah kesadaran bahwa kita semua adalah makhluk hidup. Kita ada di sini untuk hidup, bukan menentang kematian dengan cara tertentu,” ungkapnya.

Struktur utama apartemen terbuat dari beton hijau, yakni beton rendah karbon yang diklaim mampu menurunkan emisi 40 persen daripada beton tradisional.

Setiap unit apartemen akan dibuat sebagai modul untuk mengurangi pemborosan dan mempersingkat waktu konstruksi. Elemen batu bata akan didaur ulang dan diambil dari lokal.

Sementara itu, semua kayu yang digunakan akan bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC). Apartemen ini menargetkan peroleh sertifikasi dari LEED Platinum.

Di dasar menara akan dibangun kolom-kolom yang digunakan untuk tanaman. Sehingga seolah-olah bangunan apartemen ditopang oleh pohon.

Tiang-tiang pada apartemen melambangkan tradisi arsitektur lokal Queensland, sebuah rumah yang dibangun di atas panggung dan dikelilingi oleh beranda yang teduh.

Gaya bangunan ini dikembangkan agar sesuai dengan iklim suhu tinggi dan hujan lebat, dimana disediakan ruang untu meneduh sekaligus meminimalkan risiko banjir.

Urban Forest akan berisi pusat wisata di mana pengunjung dapat belajar tentang tumbuhan dan belajar tentang keanekaragaman hayati dan desain bangunan.

Dalam rendernya, apartemen memiliki balkon bergaya beranda dan akses ke taman atap lengkap dengan kolam renang komunal. Rencananya konstruksi akan dimulai pada 2021 dan selesai pada 2024. (ATN)

Tags: Aria Property GroupAsia PropertyGreen BuildingGreen PropertyUrban Forest
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.