• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Didorong Optimalkan Bioenergi

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Didorong Optimalkan Bioenergi

Pembangkit Listrik Energi Biomassa. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia hingga saat ini sebagian besar masih berasal dari energi fosil. Energi fosil yang semakin terkikis akan memicu terjadinya krisis energi.

Penggalian sumber energi alternatif yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan perlu dilakukan. Salah satunya yang berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Dwi Susilaningsih peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam orasi pengukuhan profesor riset berjudul “Energi Generasi Tiga Berbasis Mikrob Fotosintetik dan Mikroalga Mendukung Solusi Krisis Energi Ramah Lingkungan” memaparkan bioenergi adalah salah satu bentuk EBT yang  berasal  dari  material hayati,  baik  hewan,  tumbuhan maupun mikroorganisme yang mempunyai bentuk padat, gas, dan cair.

RelatedPosts

World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

Dikatakan, biofuel generasi pertama yang paling populer adalah biodiesel,  minyak nabati, biogas, bioalkohol, dan syngas. Biofuel generasi kedua meliputi  biomassa lignoselulosa atau tanaman. Sedangkan untuk biofuel generasi tiga banyak menggunakan material  mikroorganisme (mikrob fotosintetik dan mikroalga).

Penelitian biofuel generasi ketiga oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dilakukan mulai dari koleksi mikrob fotosintetik dan mikroalga, bioprospeksi untuk bioenergi, dan rekayasa prosesnya.

“Selanjutnya, berkembang opini biofuel generasi keempat yang menekankan pada terobosan teknologi baru, penggunaan lahan tidur dan lahan marginal,” ungkap Profesor Riset bidang Bioproses tersebut, dikutip dari laman LIPI, Jumat (2/10/2020).
 
Biofuel, Energi Generasi Tiga sebagai Energi Masa Depan

Biofuel berbasis mikrob fotosintetik dan mikroalga digolongkan menjadi biofuel generasi tiga sebagai solusi krisis energi untuk penyediaan biofuel yang tidak bersaing dengan pangan dan pakan.

Sistemnya diharapkan dapat diaplikasikan di segala area dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan ramah lingkungan.

“Hasil penelitian biofuel generasi ketiga, produksi gas hidrogen dari mikrob fotosintetik dan mikroalga dengan fotofermentasi fakultatif anaerob  menghasilkan rendeman gas hidrogen, antara 6 sampai 12 persen  per berat  kering  biomassa atau substrat  yang digunakan,” jelas Dwi.

Saat ini penelitian masih terus dilakukan. Perlu kerja sama dengan  para pemangku kepentingan untuk  aplikasi riset di lapangan, sehingga  hasil di laboratorium dapat divalidasi. Hasil penelitian bio oil atau minyak dan bioavtur dari mikroalga didapatkan dari empat jenis mikroalga terseleksi yaitu chlorella, coelastrella, ankistrodesmus, dan nannochlorpsis. 

“Jenis mikroalga ini mempunyai  kandungan minyak lebih dari 30 persen per berat kering  biomassanya. Produksi minyak terbukti belum ekonomis, masih mahal, dengan harga di atas 22 ribu rupiah per liter minyak mentah  sehingga perlu dioptimasi lebih baik lagi,” jelas Dwi.

Tak hanya itu, Dwi juga menekankan selain  teknologi yang harus  dikembangkan, pemangku kepentingan  juga perlu membantu aplikasi riset dengan pendanaan yang cukup, sehingga di hasil riset di laboratorium  dapat  divalidasi dan layak secara komersial.

“Selain itu, sistemnya diharapkan dapat diaplikasikan di segala area dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Dwi berharap para penggiat penelitian  biofuel generasi tiga  dan empat dapat ditingkatkan. Penelitian ke arah aplikasi industri dan komersial perlu dilakukan  dengan memperhatikan  permintaan  industri dan  pasar,  seperti  standar  kualitas,  kuantitas, dan ekonominya. 

Perbanyakan strain unggul mikroalga  lokal yang dapat ditumbuhkan di  berbagai area perlu disebarkan agar  memacu peningkatan animo publik untuk menerapkan aplikasi teknologi biofuel berbasis  generasi  tiga. 

“Di masa depan, juga diperlukan  frontier research ke arah energi ekonomi, mudah diangkut, dan diversifikasinya,” tutupnya. (ATN)

Tags: BioenergiBiofuelEnergi Baru TerbarukanGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.