• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Arab Saudi Desak Bangladesh Terbitkan Paspor untuk Rohingya

by Redaksi Asiatoday
October 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi Kembali Menempati Posisi Istimewa di PBB

Negeri Arab Saudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Arab Saudi  mengancam akan mengembalikan para pekerja Bangladesh dari Arab Saudi jika Bangladesh tidak menerbitkan paspor untuk sekitar 54.000  Rohingya yang telah tinggal di Saudi selama puluhan tahun.

Menghadapi persekusi sistematis di Myanmar dan ‘pembersihan etnik’, puluhan ribu Rohingya mengungsi di Saudi hampir sejak 40 tahun silam. 

Menteri Luar Negeri (Menlu)  Bangladesh AK Abdul Momen mengungkapkan bahwa Saudi meminta Dhaka memberikan paspor Bangladesh pada Rohingya itu karena Saudi tidak mau menampung orang tanpa negara. 

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Banyak dari pengungsi itu tidak pernah datang ke Bangladesh dan tidak tahu tentang negara ini. Mereka tahu budaya Saudi dan bicara bahasa Arab,” kata Momen, dilansir Memo, Jumat (9/10/2020). 

Myanmar menolak klaim komunitas  Rohingya bahwa mereka asli dari negara bagian Rakhine dan Myanmar tak mengakui mereka sebagai warganegara. 

Bangladesh menyatakan telah kesulitan menangani lebih dari satu juta pengungsi Rohingya. Meski demikian, Momen menyatakan paspor Bangladesh akan dikeluarkan pada Rohingya yang dapat membuktikan mereka pernah memilikinya. 

Misi Bangladesh sejauh ini hanya menemukan sekitar 70 hingga 80 Rohingya di Saudi yang memegang paspor Bangladesh.

“Arab Saudi tahu bahwa para pengungsi Rohingya itu warga Myanmar. Kerajaan harus bicara pada negara pertama terkait ini,” kata Momen. 

Menurut Dhaka Tribune, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengklarifikasi bahwa Saudi tidak ingin mengirim kembali semua 54.000 Rohingya ke Bangladesh, namun Saudi ingin memastikan mereka memiliki kewarganegaraan karena sesuai hukum lokal, Rohingya tak bisa menjadi warga Saudi.

Deutsche Welle mengutip pakar Asia Selatan di Woodrow Wilson Centre, Michael Kugelman, menyatakan Bangladesh mungkin berkompromi untuk menyelamatkan pasar tenaga kerjanya. 

“Riyadh tahu bahwa para ekspatriat Bangladesh yang bekerja di kerajaan mengirimkan uang ke negara asalnya dan dianggap Dhaka sebagai aset ekonomi kunci,” ujar Kugelman. 

“Mengancam untuk mengusir jumlah besar ekspatriat dapat mengirim bel alarm di Dhaka, memberi lebih banyak tekanan pada otoritas Bangladesh untuk mengambil langkah yang mereka lebih ingin tidak mengambilnya,” jelasnya.

Lebih dari dua juta warga Bangladesh bekerja di Saudi, mengirimkan lebih dari USD3,5 miliar dalam bentuk uang yang dikirimkan pulang tahun lalu. Uang tersebut menjadi sumber pendapatan bagi negara berkembang itu.

Sejak pandemi virus corona, sebanyak 140.000 warga Bangladesh di Timur Tengah telah kembali pulang. Sebagian besar khawatir bahwa visa dan izin kerja mereka akan berakhir sebelum mereka dapat kembali bekerja ke luar negeri.

Otoritas Bangladesh saat ini bernegosiasi dengan pemerintah Saudi untuk memperpanjang dokumen itu, meski belum jelas berapa banyak pekerja yang akan kembali dan apakah ada majikan yang mempekerjakan mereka. (ATN)

Tags: Arab SaudiBangladeshRohingya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.