• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Simulasi Tempur di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Simulasi Tempur di Laut China Selatan

Latihan tempur Japan’s Maritime Self-defense Force di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Japan’s Maritime Self-defense Force menggelar latihan tempur antikapal selam di Laut China Selatan pada Jumat (9/10/2020). Tiga kapal, termasuk sebuah kapal induk helikopter dan sebuah kapal selam dikerahkan dalam latihan tersebut. 

Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan, tujuan latihan itu untuk meningkatkan kemampuan taktis mereka. Namun tak dijelaskan secara terperinci perihal apa saja yang dilakukan dalam latihan tersebut. 

Kapal-kapal yang terlibat dalam latihan itu akan berhenti di Cam Ranh Bay di Vietnam selama akhir pekan untuk mengisi kembali suplai. Surat kabar Global Times yang disokong Pemerintah China mengomentari latihan militer Jepang di Laut China Selatan. 

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut Global Times kegiatan militer yang sering dilakukan di Laut China Selatan tidak kondusif bagi keamanan dan stabilitas wilayah tersebut. Pemerintah China pun menentang keras kegiatan semacam itu. 

China mengeklaim sekitar 90 persen atau 1,3 juta mil persegi wilayah Laut China Selatan sebagai teritorialnya. Klaim itu didasarkan pada garis putus-putus atau garis demarkasi berbentuk “U” yang diterbitkan pada 1947.

Namun klaim itu ditentang sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Amerika Serikat pun menolak klaim China karena menganggap Laut China Selatan sebagai wilayah perairan internasional. 

Sebagai wujud penentangan, Washington kerap menggelar operasi kebebasan navigasi di wilayah Laut Cina Selatan. Hal itu memicu ketegangan antara China dan AS. (Reuters)

Tags: Japan MilitaryLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.