• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WFP: 7 Juta Orang Meninggal akibat Kelaparan Selama Krisis Covid-19

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Kelaparan akibat Covid-19, PBB Jaga Bantuan Pangan untuk Afrika

Warga di Minha Casa, Afrika mengantri bantuan ditengah pandemi Covid-19. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) membutuhkan USD6,8 miliar selama enam bulan ke depan untuk mencegah kelaparan di tengah krisis Covid-19.

WFP yang baru saja dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pekan lalu atas upayanya mencegah penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dan konflik, mengatakan sejauh ini telah mengumpulkan USD1,6 miliar.

“Kami membutuhkan lebih banyak uang guna memastikan dunia terhindar dari kelaparan,” kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley dalam konferensi yang diselenggarakan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dikutip dari CAN, Rabu (14/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

WFP mencatat 7 juta orang telah meninggal karena kelaparan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Angka itu dapat meningkat di seluruh dunia dan diprediksi merenggut lebih dari 1 juta nyawa.

“Jika kita tidak memilah-milah Covid-19, tingkat kematian akibat kelaparan bisa tiga, empat, atau lima kali lipat,” kata Beasley.

WFP yang berbasis di Roma mengungkapkan dana itu untuk membantu sekitar 97 juta orang di sekitar 88 negara setiap tahun. Lantaran satu dari sembilan orang di seluruh dunia masih belum cukup makan. Adapun, setelah menurun selama beberapa dekade, kelaparan dunia kembali meningkat sejak 2016. Hal itu didorong dua momok yaitu konflik dan perubahan iklim.

“Jika Anda berpikir tentang kekayaan di Bumi saat ini, kita seharusnya tidak melihat satu anak pun kelaparan atau mati karena kelaparan,” kata Beasley.

WFP telah mengirimkan kargo medis ke lebih dari 120 negara selama pandemi Covid-19. Lembaga PBB itu juga menyediakan layanan penumpang untuk mengangkut relawan kemanusiaan saat penerbangan komersial tidak tersedia. Badan tersebut, organisasi kemanusiaan terbesar di dunia, sepenuhnya didanai sumbangan. Mereka menyediakan makanan sekolah untuk 17,3 juta anak di seluruh dunia dan mengirimkan 4,2 juta ton makanan ke daerah atau negara yang membutuhkan pada 2019. (CNA/ATN)

Tags: Climate ChangeKelaparanKrisis PanganWFP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier
  • Tencent Cloud Accelerates AI Adoption in Indonesia
  • Jakarta Targets China’s Premium Travelers in Global Tourism Push
  • Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.