• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Dukung Penuh Kedaulatan Maritim Indonesia di Laut Natuna Utara

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS akan Tutup Pusat Kebudayaan China di Seluruh Kampus

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto: Kedubes AS

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo  melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Menlu Retno Marsudi pada Kamis (29/10/2020).

Dalam kunjungan itu, Pompeo kembali menyinggung China mengenai klaim di Laut China Selatan.

Berbicara dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual dari Gedung Pancasila, Pompeo mengkritik keras klaim China mengenai Laut China Selatan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Sebagai negara yang mematuhi hukum, kami menolak klaim yang dilakukan oleh China mengenai Laut China Selatan,” tegas Pompeo.

“Jelas juga terlihat kepemimpinan yang penuh keberanian dari Indonesia mengenai isu Laut China Selatan di ASEAN dan juga di PBB,” ungkapnya.

Menurut Pompeo, sikap Indonesia ini adalah tujuan yang sangat pantas untuk dilakukan dalam wadah multilateral dan Pemerintahan Donald Trump sangat mendukung ini.

“Kami juga menyambut baik contoh yang diberikan Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritim terutama di Laut Natuna Utara. Saya menantikan untuk bekerja sama dalam cara yang baru guna memastikan keamanan maritim dapat melindungi rute perdagangan yang paling sibuk,” kata Pompeo.

Selain maritim, isu kerja sama kontra terorisme juga menjadi perhatian Menlu AS itu. Selama dua dekade terakhir kerja sama kontra terorisme antara Indonesia dan AS merefleksikan kapasitas untuk bekerja bersama mengimpor nilai-nilai demokrasi antara dua negara.

“Indonesia sudah melakukan banyak hal untuk memerangi terorisme dan sudah melakukan hal itu tanpa melanggar kebebasan sipil. Kami mendorong agar Indonesia tetap melakukan pendekatan itu,” imbuhnya.

Menlu Pompeo menambahkan, Indonesia telah memberikan banyak contoh baik di kawasan ini. Ia pun menyebutkan pemerintahan Presiden Donald Trump memuji persahabatan yang diberikan saat ini. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia AmerikaLaut China SelatanZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.