• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia dan Jepang Kolaborasi Kembangkan 3 Produk Bioenergi

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rencana Ratifikasi Kemitraan Dagang Indonesia-Jepang Jadi Sorotan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Jepang sepakat menjalin kemitraan dalam mengembangkan produk bioenergi guna memenuhi kebutuhan pasar bioenergi Jepang.

Dalam kemitraan yang difasilitasi Indonesia Japan Business Network (IJB-Net) ini, ada tiga produk bioenergi yang akan dikembangkan, diantaranya produk kelapa nonstandar untuk bahan bakar pesawat atau bioavtur, mobil diesel, dan pembangkit listrik; produk pelet dari tandan kosong sawit (EFB); dan produk pelet dari kayu energi.

“Ada tiga produk bioenergi yang akan segera kami siapkan di Indonesia dan yang pertama ini untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang. Begitu masuk pasar Jepang, untuk merambah ke pasar lain akan mudah, termasuk memenuhi kebutuhan Indonesia sendiri,” kata Ketua Umum IJB-Net Suyoto Rais dalam Kickoff Meeting Rencana Kerja Pemenuhan Kebutuhan Pasar Bioenergi Jepang, Selasa (10/11/2020).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Untuk saat ini, baru proyek pengembangan kelapa nonstandar yang telah mendapatkan kepastian investor dan pembeli dari Jepang.

Pada kickoff meeting ini telah ditandatangani perjanjian kemitraan (partnership agreement) Indonesia-Jepang terkait pengembangan proyek bioenergi dari kelapa nonstandar antara IJB-Net dan Green Power Development Corporation of Japan.

Green Power Development Corporation of Japan akan berperan sebagai pembeli, investor, dan pengembang produk, sedangkan Indonesia akan membentuk konsorsium sebagai mitra pemasok bahan baku. Pabrik pengolahan untuk proyek ini rencananya dibangun di Riau dan Sulawesi Utara.

Sedangkan untuk pengembangan produk pelet EFB dan pelet kayu belum mendapatkan kepastian investor, tetapi sudah ada peminatnya.

Menurut Suyoto, untuk produk pelet telah ada pembelinya dan siap memesan 40.000 ton per bulan.

Konsorsium juga akan dibentuk untuk pengembangan pelet, utamanya untuk mendanai pendirian pabrik dan menjamin pasokan bahan baku. Pembentukan konsorsium ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini.

“Targetnya tahun depan ini sudah bisa produksi dan mulai ekspor,” jelas Suyoto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa sebagai salah satu negara yang memiliki potensi hutan dan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia senang dapat memenuhi kebutuhan biomassa di Jepang.

Untuk itu, Indonesia terus berusaha menjaga kualitas dan kuantitas produk biomassa agar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan pasar Jepang.

“Untuk menjawab tantangan isu keberlanjutan produk biomassa Indonesia di pasar Jepang, perlu ada kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha biomassa Indonesia dan Jepang sehingga Indonesia dapat memanfaatkan peluang eskpor biomassa yang ditawarkan Jepang secara optimal,” kata Airlangga.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Ishii Masafumi mengatakan bahwa Jepang tengah mencanangkan target mengurangi emisi gas buang hampir nol persen pada 2050 dan pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 22 persen hingga 24 persen pada 2030. Dengan target ini, pembangkit listrik biomassa di Jepang akan meningkat.

Dubes menuturkan bahwa pihaknya siap menfasilitasi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan biomassa di Jepang.

“Jumlah pembangkit listrik biomassa juga akan meningkat dan sertifikasi FIT (feed-in tariff) juga akan meningkat pesat. Dengan semakin ketatnya standar sertifikasi FIT, kami akan meningkatkan dukungan teknis yang diperlukan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia EnergyBioenergiEnergi Baru TerbarukanGreen EnergyKerjasama Indonesia-Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.