• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ungkap Pembatasan Sosial Akibat Covid-19 Picu Lonjakan Kasus Campak

by Redaksi Asiatoday
November 13, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO: Virus Covid-19 Tidak Menular Melalui Udara

World Health Organization (WHO). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa pembatasan sosial akibat wabah Covid-19 telah melumpuhkan upaya vaksinasi  campak di tengah kekhawatiran akan dampaknya pada peningkatan kasus dan kematian setelah terjadi lonjakan kasus selama tahun lalu.

Sebuah publikasi bersama WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS  melaporkan bahwa setelah terjadi penurunan selama  beberapa tahun hingga 2016, kini jumlah kasus campak melonjak.

Sekitar 869.770 kasus campak dilaporkan di seluruh dunia tahun lalu atau jumlah tertinggi sejak 1996.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Penyakit menular itu menewaskan 207.500 orang pada 2019 atau naik 50 persen dari angka kematian terendah yang bersejarah pada tahun 2016.

“Meskipun kasus campak yang dilaporkan lebih rendah pada tahun 2020, namun upaya yang diperlukan untuk mengendalikan Covid-19 telah mengakibatkan gangguan dalam vaksinasi dan upaya untuk mencegah dan meminimalkan wabah campak,” menurut WHO dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNA, Jumat (13/11/2020).

Langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran satu penyakit virus, seperti menjaga jarak fisik, masker wajah, dan kebersihan tangan, sangaat berdampak pada penurunan penyebaran penyakit lain.

Semua tanda peringatan campak menyala merah: lebih dari 94 juta orang saat ini berisiko tidak diimunisasi, karena jeda gerakan vaksinasi campak di 26 negara, menurut WHO.

Hanya delapan dari negara tersebut yang dapat memulai kembali program imunisasi campak mereka.

“Kami khawatir Covid-19 akan berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus campak dan kematian,” kata Gail McGovern, Presiden Palang Merah Amerika Serikat (AS).

Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF, menjelaskan: “Sebelum ada krisis Covid-19, dunia bergulat dengan krisis campak dan krisis itu belum hilang. (ATN)

Tags: WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.