• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Pimpin Persiapan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021

by Redaksi Asiatoday
November 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pimpin Persiapan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021

Wakil Menteri Parekraf, Angela H. Tanoesoedibjo. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia harus mampu dorong implementasi Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia tahun 2021 secara efektif, bagi pemulihan sektor ekonomi kreatif maupun ekonomi dunia.

Demikian pesan bersama yang disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar dan Wakil Menteri Parekraf, Angela H. Tanoesoedibjo, dalam pembukaan pertemuan Friends of Creative Economy (FCE) tanggal 11 November 2020.

Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia 2021 ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. 74/198 yang diinisiasi oleh Indonesia. Ini merupakan salah satu bentuk kepemimpinan internasional Indonesia dalam mendorong pemajuan ekonomi kreatif di dunia internasional.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pertemuan FCE berlangsung pada tanggal 11-12 November 2020 atas inisiasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Luar Negeri RI.

Pertemuan dilakukan secara hibrid (kombinasi antara pertemuan fisik di Serpong, Indonesia, dan pertemuan virtual), dengan dihadiri 55 negara dan 8 organisasi internasional. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pelaku ekonomi kreatif, Pemerintah, organisasi internasional termasuk PBB dan ASEAN, dan akademisi. Semua memiliki semangat yang sama untuk memulihkan perekonomian global melalui sektor ekonomi kreatif.

Pembahasan FCE terpusat pada persiapan pelaksanaan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia 2021. Menyadari potensi peranan ekonomi kreatif bagi pemulihan ekonomi global, Indonesia mengusulkan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” bagi pelaksanaan Tahun Internasional.

Indonesia juga merencanakan penyelenggaraan pertemuan dunia di sektor ekonomi kreatif, yaitu pertemuan kedua World Conference on Creative Economy (WCCE), di Bali, Indonesia, pada pertengahan 2021.

“Inklusifitas berasal dari keyakinan kami bahwa dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang, ekonomi kreatif akan menjembatani kekompakan antar masyarakat”, ujar Wamen Parekraf/Baparekraf Angela H. Tanoesoedibjo dalam pembukaan pertemuan tersebut.

“Pandemi telah memicu disrupsi digital, dan kini saatnya mengatasi tantangan dan menangkap peluang digitalisasi serta pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” tambah Wamen Parekraf/Baparekraf.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenlu RI Mahendra Siregar menekankan pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang dengan menghubungkan sektor kreatif, meningkatkan akses industri kreatif kepada inklusi keuangan, dan perlunya memperkuat kolaborasi internasional. Wamenlu RI juga sampaikan bahwa pelaksanaan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif harus bersifat inklusif dan berorientasi pada tindakan.

Pertemuan mengidentifikasi 4 parameter utama bagi pelaksanaan Tahun Internasional, yaitu “Inclusive, innovative, meaningful and impactful”, sebagaimana disimpulkan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Febrian Ruddyard.

Keempat kunci tersebut penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan Tahun Internasional dapat memiliki kontribusi nyata dalam menghidupkan kembali sektor kreatif menuju ketahanan yang kokoh dan berperan dalam pemulihan global.

“Mari kita jaga momentum positif ini, perkuat semangat untuk berpikir kreatif, dan berkolaborasi secara inklusif, agar kita dapat terus membuat kemajuan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif” tutupnya.

Pertemuan FCE 2020 juga telah berhasil mengidentifikasi sejumlah program dan inisiatif internasional untuk melaksanakan tahun internasional dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (ATN)

Tags: Ekonom IndonesiaResolusi PBB Ekonom KreatifSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.