• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Darurat Penegakkan Hukum untuk Perlindungan Anak Perempuan dari Kekerasan

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Darurat Penegakkan Hukum untuk Perlindungan Anak Perempuan dari Kekerasan

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mendengungkan, kekerasan terhadap anak khususnya anak perempuan di Indonesia kerap terjadi bahkan semakin meningkat di tengah pandemik COVID-19.

Melalui momentum 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang berlangsung pada 25 November sampai 10 Desember 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyerukan urgensi penegakan hukum dan penguatan mekanisme pelaporan kekerasan terhadap anak khususnya anak perempuan.

Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, setidaknya 1.299 kasus kekerasan terhadap perempuan (termasuk anak perempuan) terjadi di Indonesia sepanjang Maret hingga Mei 2020, dimana kasus terbanyak adalah kekerasan terhadap perempuan di ranah privat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kekerasan terhadap anak semakin meningkat baik di ranah luring maupun daring di masa pandemik ini. Pemerintah perlu lebih tegas menindak kasus kekerasan termasuk kekerasan di ranah daring,” seru Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Seperti diketahui penggunaan internet dan media sosial meningkat tajam di masa pandemik. Seiring dengan itu, resiko kekerasan online juga meningkat khususnya bagi anak perempuan.

Dalam State of the World Girls Report 2020, Plan International melaporkan setidaknya 56 persen anak perempuan di Indonesia pernah mengalami atau mengetahui anak perempuan lainnya mengalami Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

“Selain penegakan hukum dan peningkatan mekanisme pelaporan kekerasan, perlu edukasi publik secara terus menerus demi mencegah kasus kekerasan,” imbuh Dini.

Dalam momentum HAKTP ini, Plan Indonesia berkolaborasi dengan Instagram, SAFEnet, Reprodukasi, Kelas Muda Digital (KEMUDI), Riliv dan beberapa influencer media sosial, mengadakan rangkaian kampanye digital untuk mencegah KBGO. Beberapa anak perempuan dari berbagai daerah akan terlibat untuk menyampaikan pendapatnya tentang KBGO kepada teman sebaya maupun influencers media sosial melalui acara webinar, Instagram Live serta Instagram Live Rooms.

Bertepatan dengan peluncuran fitur Live Rooms yang baru saja diumumkan di Indonesia, acara Instagram Live Rooms dalam momentum HAKTP ini merupakan acara Live Rooms yang pertama kali diselenggarakan secara resmi oleh Instagram di Indonesia bersama dengan @planindonesia, @prillylatuconsina96, @ersamayori dan @riliv.

Menurut Dini, anak perempuan perlu memahami haknya mereka serta berani menyatakan pendapat dan memerangi KBGO yang seringkali menimpa mereka.

“KBGO berbahaya tidak hanya membatasi ruang berekspresi namun juga membungkam suara mereka secara jangka panjang,” tandasnya.

Untuk menangani kekerasan termasuk KBGO, perlu keterlibatan berbagai pihak dari pemerintah, LSM, komunitas/masyarakat, influencers media sosial, keluarga, individu, perusahaan media, dan sebagainya.

Plan Indonesia bekerja dengan berbagai pihak akan terus mendorong implementasi kebijakan dan penegakan hukum dalam rangka perlindungan anak. Selain itu, Plan Indonesia bekerja di tingkat tapak di beberapa provinsi serta di ranah daring untuk meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya anak perempuan terkait hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. (AT Network)

Tags: Kekerasan GenderYayasan Plan International Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.