• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Efek Pandemi, Kehidupan Paus Bungkuk Lebih Tenang di Glacier Bay

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Efek Pandemi, Kehidupan Paus Bungkuk Lebih Tenang di Glacier Bay

Paus Bungkuk. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan di Taman Nasional dan Cagar Alam Glacier Bay mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesempatan melakukan penelitian lebih dalam atas aktivitas Paus Bungkuk.

Paus Bungkuk adalah satu dari tujuh jenis raksasa lautan bersama paus biru, paus sei, paus sperma, paus right, paus busur dan paus sirip. Jenis ikan paus sendiri tercatat lebih dari 50 jenis.

Dari beragam paus raksasa ini, Paus bungkuk adalah yang paling atraktif karena suka berakrobat melompat keluar dari air dan menciptakan efek menakjubkan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Christine Gabriele, ahli biologi satwa liar dari Glacier Bay mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mengurangi kebisingan siginifikan dari aktivitas lalu lintas di lautan, terutama dari aktivitas seismik mencari minyak dan lalu lintas kapal. Kondisi ini membuat para ilmuan dapat melakukan pengamatan yang lebih mendalam terhadap paus bungkuk.

“Pandemi ini mengerikan dan mengurung manusia ke dalam ruang yang sangat kecil tetapi memberi paus kembali banyak ruang untuk tumbuh, baik secara fisik maupun akustik,” kata Christine, dikutip dari The Verge, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya dengan kondisi yang lebih tenang, para ilmuan berkesempatan untuk mempelajari komunikasi paus lebih mendalam.

Taman Nasional dan Cagar Alam Glacier Bay dalam kondisi normal dipadati ratusan ribu pengunjung setiap tahun, serta kapal yang lalu lalang menikmati akrobatik Paus bungkuk.

Pandemi membuat Paus bungkuk punya kesempatan untuk menempati lebih banyak ruang dan waktu bersantai. Peneliti bahkan mengamati mamalia raksasa itu tidur siang.

Peneliti saat ini berfokus mengamati pola komunikasi ibu dan anak Paus bungkuk. Ilmuan berfokus mencari  jaringan hidrofon, yang pada dasarnya adalah mikrofon bawah air, untuk mendokumentasikan pola komunikasi  ini.

Para peneliti lainnya terus mengamati Paus bungkuk dari dekat. Mereka tengah bersiap mengambil sampel biopsi dari Paus untuk melihat apakah ada perbedaan dalam hormon stres mereka tahun ini dan tahun depan.

Para ilmuan tengah mencari jawaban apakah pola komunikasi Paus menjadi lebih kompleks saat mereka dapat mendengar satu sama lain dengan lebih baik akibat suasana yang salama ini bising menjadi tenang.

Penelitian di masa lalu telah menemukan bahwa Paus menaikkan suara mereka saat kebisingan sekitar meningkat – seperti halnya manusia di lingkungan yang bising.

Suara sendiri dalam kehidupan laut menjadi salah satu elemen penting. Suara merupakan cara menemukan makanan, dan menghindari predator saat bersamaan.

Harapannya, beberapa dari penelitian ini dapat menginformasikan kebijakan dan kemajuan teknologi yang mungkin dapat menjaga riuhnya lautan di masa depan, bahkan ketika aktivitas ekonomi kembali meningkat. (ATN)

Tags: Konservasi SatwaPaus BungkukPaus PilotSatwa EndemikSatwa Liar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.