• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Xinxing, Satwa Panda Tertua di Dunia Mati di Kebun Binatang China

by Redaksi Asiatoday
December 26, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Xinxing, Satwa Panda Tertua di Dunia Mati di Kebun Binatang China

Xinxing, Satwa Panda Tertua di Dunia Mati di Kebun Binatang China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Seekor panda tertua di dunia, Xinxing, mati di Kebun Binatang Chongqing, China Barat Daya. Kabar kematian satwa langka yang merayakan ulang tahun ke-38 pada 16 Agustus 2020 itu mengundang perhatian publik.

Satwa Panda Xinxing telah mati karena kegagalan organ ganda pada usia 38 tahun 4 bulan. Pihak kebun binatang mengumumkan pada Senin lalu.

Dilansir dari The Hindu, Sabtu (26/12/2020), Xinxing mulai menunjukkan gejala kantuk dan kehilangan nafsu makan pada 21 Oktober 2020, menurut laporan Xinhua. Kondisi Xinxing memburuk dalam beberapa hari kemudian dan dia mengalami sesak napas, batuk dan perut kembung, kata pejabat Kebun Binatang Chongqing.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Para ahli dari beberapa institusi medis berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya. Namun, satwa endemik itu akhirnya mati pada 8 Desember 2020.

Analisis anatomi dan patologis menunjukkan bahwa usia tua dan kegagalan multiorgan menyebabkan gangguan pencernaan dan hipoproteinemia pada tubuh mamalia tersebut. Ini menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pernapasan yang menyebabkan kematian.

Xinxing lahir pada 1982 di alam liar Kabupaten Baoxing di provinsi Sichuan, di mana pendeta Katolik Prancis, ahli zoologi dan ahli botani Armand David menemukan spesies tersebut pada tahun 1869. Usianya setara dengan lebih dari 110 tahun manusia.

Tidak lebih dari 30 panda raksasa di seluruh dunia yang hidup lebih dari 30 tahun, menurut Yin Yanqiang, direktur teknis kebun binatang. Panda tersebut pun memiliki berat badan yang sangat terjaga, yaitu antara 95-100 kilogram.

Untuk menjaga kesehatannya tetap prima, pihak Kebun Binatang Chongqing adalah secara khusus membuat resep agar Xinxing bisa makan lebih banyak dalam satu hari. Namun, dengan proporsi yang lebih sedikit setiap kali makan.

Dibawa ke Kebun Binatang Chongqing ketika dia berusia sekitar satu tahun, mamalia itu adalah ibu dari keluarga besar dengan lebih dari 150 panda pada akhir tahun lalu.

Keturunannya tersebar di seluruh China dan di negara dan wilayah lain termasuk Amerika Serikat, Kanada dan Jepang. (ATN)

Tags: Asia Wild LifeKonservasi SatwaPandaSatwa EndemikSatwa Liar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.