• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan China Sepakat Kerjasama Pengembangan Internet dan Teknologi

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan China Sepakat Kerja Sama ‘Two Countries Twin Park’

Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama (MoU) terkait proyek kerja sama “Two Countries Twin Park” pada Selasa (12/1/2021) di Parapat, Sumatera Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan China telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) tentang kerja sama pengembangan dan peningkatan kapasitas keamanan internet dan teknologi.

MoU ini menandai perjanjian keamanan internet yang pertama ditandatangani China dengan negara asing.

Dikutip dari The Star, MOU yang akan memberikan kerangka kerja untuk pengembangan kapasitas dan teknologi keamanan dunia maya itu, telah ditandatangani selama kunjungan resmi Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi ke Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Selama pertemuan dengan Luhut Binsar Pandjaitan yang diketahui menjadi Koordinator Kerja Sama Indonesia dengan China, Wang mencatat bahwa kedua negara harus bersama-sama menjunjung tinggi keamanan digital dan menciptakan komunitas bersama yang berfokus pada keamanan siber.

Berdasarkan MOU antara Badan Siber dan Sandi Negara dan Cyberspace Administration of China, para peserta akan menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara atas ruang siber dan bekerja sama untuk mendorong terwujudnya multilateral, demokratis, dan sistem tata kelola Internet internasional yang transparan, keamanan data, dan pembangunan dunia maya yang damai, aman, terbuka, kooperatif, bertanggung jawab, dan tertib serta pengembangan teknologi dan informasi.

Pakar keamanan Lembaga Riset Siber Indonesia (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan, kerja sama Indonesia-China di bidang keamanan dan teknologi internet merupakan langkah yang tepat asalkan saling menguntungkan.

Apalagi, China saat ini diakui sebagai salah satu negara terdepan dalam mengembangkan jaringan 5G melalui sejumlah perusahaan teknologi.

“Prinsipnya Indonesia harus bisa bersikap netral karena harus ada tekanan dari AS. Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia tentu bebas bekerja sama dengan siapa pun selama menguntungkan rakyat,” kata Pratama dikutip dari The Star.

Pratama berharap ada percepatan pembangunan infrastruktur jaringan internet, apalagi Indonesia sudah memiliki backbone internet yaitu Palapa Ring.

Dengan tambahan teknologi 5G Huawei, kata dia, hal ini bisa mempercepat pembangunan infrastruktur 5G di Indonesia.

Dia mencontohkan bagaimana China membangun Shenzhen sebagai kota yang mengaplikasikan teknologi 5G dengan baik.

Sementara itu, pakar IT Onno W Purbo mengatakan tidak masalah jika Indonesia bekerja sama dengan China. Yang terpenting, Indonesia harus tetap merdeka.

“Kami dapat bekerja sama, tetapi tidak bergantung pada negara lain, termasuk AS, Eropa, dan China. Indonesia berusaha merdeka dengan setidaknya memproduksi teknologinya sendiri,” kata Onno.

Ma Jihua, Analis Industri Veteran China, mengatakan kesepakatan dengan Indonesia tentang keamanan siber akan menjadi contoh bagi ekonomi Asia Tenggara lainnya.

“Terutama mengingat latar belakang hubungan ekonomi yang lebih erat antara China dan negara-negara Asia Tenggara yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Ma dikutip dari The Star dan Global Times. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.