• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bill Gates akan ‘Tutup Matahari’ Demi Lindungi Bumi dari Pemanasan Global

by Redaksi Asiatoday
January 28, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemanasan Global Capai Suhu Tertinggi, Waspadai Risiko Bencana

Pemanasan Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Miliarder sekaligus pendiri Microsoft Bill Gates sedang menyiapkan sebuah proyek  yang akan ‘menutup matahari’ guna melindungi planet bumi dari pemanasan global.

“Anda tidak bisa menutupi matahari dengan jari, tapi mungkin dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa,” kata Bill Gates kepada Forbes, dikutip dari Entrepreneur, Kamis (28/1/2021).

Proyek penelitian ini bernama Eksperimen Gangguan Terkendali Stratosfer alias SCoPEx. Penelitian dikerjakan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tujuannya adalah untuk memantulkan sinar matahari di luar atmosfer Bumi. Solusi ini akan dicapai dengan cara menyemprotkan berton-ton kalsium karbonat yang tidak beracun (CaCO3) ke atmosfer.

“SCoPEx adalah eksperimen ilmiah untuk memajukan pemahaman tentang aerosol stratosfer yang mungkin relevan untuk rekayasa geosurya,” demikian tertulis di laman proyek SCoPEx.

Proyek ini akan mulai dilakukan dengan serangkaian tes antara lain pelepasan balon dengan peralatan ilmiah. Balon ini tidak berisi CaCO3 tetapi berfungsi sebagai uji manuver dan untuk eksplorasi komunikasi dan sistem operasi.

“Kami berencana menggunakan balon yang melayang tinggi untuk mengangkat paket instrumen, dengan ketinggian 20Km ke atmosfer. Setelah ditempatkan, sejumlah material akan dilepaskan untuk menciptakan massa udara yang terganggu dengan panjang sekitar 1Km dan diameter 100 meter,” tulis penjelasan penelitian tersebut.

“Kemudian kami akan menggunakan balon yang sama untuk mengukur perubahan yang dihasilkan pada massa udara yang terganggu, termasuk perubahan kepadatan aerosol, kimia atmosfer, dan hamburan cahaya,” tulis penjelasan di laman SCoPEx.

Forbes melaporkan, penentang ilmiah dari proyek ini percaya, geo-engineering matahari bisa membawa risiko yang tak terelakkan dan perubahan ekstrim pada pola cuaca, sehingga tidak berbeda dengan tren pemanasan saat ini.

Mereka juga menjelaskan, pemerhati lingkungan takut bahwa perubahan dramatis dalam strategi mitigasi ini justru menjadi lampu hijau bagi gas rumah kaca untuk terus dipancarkan tanpa ada variasi dalam pola konsumsi saat ini. (ATN)

Tags: Bill GatesClimate CrisisGlobal WarmingPemanasan GlobalSCoPEx
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.