• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IMF: Tumbuh 8,1 Persen, China Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Global di 2021

by Redaksi Asiatoday
January 28, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh 8,1 persen pada 2021 dan 5,6 persen pada 2022. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) yang dirilis pada Selasa (26/1/2021).

Dikutip dari Global Times pada Kamis (28/1/2021), IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China pada 2020 dari sebelumnya 1,9 persen yang dibuat pada Oktober lalu menjadi 2,3 persen. Basis ekonomi yang lebih tinggi itu menyeret perkiraan pertumbuhan ekonomi China turun pada tahun ini dari 8,2 persen menjadi 8,1 persen.

Walau demikian, China masih memimpin pertumbuhan diantara negara-negara besar dunia. Negeri Tirai Bambu adalah yang pertama kembali ke tingkat perkiraan pertumbuhan sebelum pandemi pada kuartal IV 2020.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Menurut proyeksi IMF, pertumbuhan pada 2021 untuk Amerika Serikat (AS) sebesar 5,1 persen, Uni Eropa 4,2 persen, Jepang 3,1 persen, Inggris 4,5 persen, dan 4,3 persen untuk semua negara maju.

IMF mengatakan bahwa aktivitas global akan tetap jauh di bawah proyeksi WEO sebelum Covid-19 pada Januari 2020. Pemulihan ekonomi akan berbeda-beda. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,5 persen pada 2021 dan 4,2 persen pada 2022.

Analis IMF, perbedaan yang cukup besar diprediksi antara China dan ekonomi lain khususnya pasar negara berkembang. Langkah-langkah penahanan yang efektif, respons investasi publik yang kuat, dan dukungan likuiditas bank sentral telah memfasilitasi pemulihan China.

Sejalan dengan pemulihan aktivitas global, volume perdagangan global diprediksi tumbuh 8,1 persen pada 2021, sebelum turun menjadi 6,3 persen pada 2022. Perdagangan jasa diprediksi akan pulih lebih lambat daripada volume barang, yang sejalan dengan lemahnya pariwisata lintas batas dan perjalanan bisnis sampai transmisi menurun

IMF menyimpulkan bahwa kerja sama multilateral yang kuat diperlukan untuk mengendalikan pandemi di dunia. (ATN)

Tags: ChinaIMFPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.