• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden AS Joe Biden Jatuhkan Sanksi kepada Militer Myanmar

by Redaksi Asiatoday
February 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden AS Joe Biden Desak Militer Myanmar Kembalikan Kekuasaan

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjatuhkan sanksi kepada pemimpin militer Myanmar yang melakukan kudeta dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan lainnya. AS juga meminta militer Myanmar untuk mengembalikan kekuasaan kepada sipil dan membebaskan tahanan politik.

“Minggu ini kami akan mengidentifikasi target-target sanksi ronde pertama dan kami juga akan memberlakukan pembatasan ekspor yang ketat,” kata Biden, Rabu (10/2/2021), dikutip dari CNBC Internasional.

Biden juga menjamin jenderal-jenderal Myanmar tidak bisa mengakses dana USD1 miliar yang disimpan di AS.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Militer Myanmar menuduh Pemilu Myanmar, yang dimenangkan NLD, telah dicurangi. Militer kemudian melakukan kudeta pada 1 Februari lalu.

“Kami juga membekukan aset AS yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Myanmar, tetapi mempertahankan dukungan kami akan sistem kesehatan, kelompok sipil, dan aspek-aspek lain yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Myanmar,” kata Biden.

Biden juga mendesak militer menggunakan kekerasan terhadap demonstran yang hanya menggunakan hak mereka untuk memprotes kudeta.

Diketahui, militer Myanmar menerapkan jam malam di Yangon dan Mandalay, dan melarang kerumunan massa lebih dari lima orang. Akses ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram juga diblokir.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri AS Ned Price mengatakan AS dapat menerapkan sanksi yang lebih ketat pada militer Myanmar.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, minggu lalu mengatakan kudeta Myanmar merupakan hal yang mengkhawatirkan, tetapi tampaknya militer AS tidak perlu turun tangan. (ATN)

Tags: Joe BidenKrisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.