• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pemerintah Indonesia Diminta Berikan Insentif untuk Hilirisasi Nikel

by Redaksi Asiatoday
February 11, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Kendalikan 30 Persen Kebutuhan Nikel Global

Aktivitas penambangan nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia diminta memberikan insentif untuk hilirisasi nikel kadar rendah.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (11/2/2021).

Orias menyarankan hal itu sebab nikel kadar rendah merupakan komoditas utama industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle battery (EV battery).

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Menurut Orias, pemerintah perlu mempertimbangkan opsi pembebasan royalti, seperti yang diberlakukan kepada penambang batu bara yang melakukan hilirisasi, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Terkait EV battery mobil listrik dan sebagainya, ini berhubungan langsung dengan pemanfaatan nikel kadar rendah. Kalau untuk batu bara sudah, dimana iuran produksinya 0 (persen), sementara nikel belum sama sekali,” imbuhnya.

Orias mempertanyakan hal tersebut sebab pengembangan EV battery merupakan salah satu bentuk hilirisasi komoditas mineral yang tengah fokus dijalankan.

“Apakah pembebasan royalti ini akan berlaku untuk nikel kadar rendah,” ujarnya dengan nada tanya.

Selain itu, nikel kadar rendah disebut Orias belum mendapatkan perhatian lebih dari para pelaku usaha, sebab selama ini penambang lebih tergiur untuk mengambil nikel kadar tinggi.

Oleh sebab itu, Ia berharap opsi pembebesan royalti yang merupakan bentuk dari insentif pengembangan nikel kadar rendah dapat dipertimbangkan oleh pemerintah.

Terkait hal itu, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan dan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, sejauh ini pihaknya belum memiliki aturan maupun insentif terkait komoditas nikel kadar rendah.

Namun, Kementerian ESDM disebut akan menerima dan mempertimbangkan masukan tersebut.

“Memang belum ada soal prioritas nikel kadar rendah untuk hilirirsasi. Ini masukan yang bagus sebenarnya,” ujarnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.