• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dampak Longsor Gletser Himalaya, India Krisis Air Bersih

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Saat Gletser Himalaya Mencair Lebih Cepat Akibat Perubahan Iklim

Aliran gletser Himalaya memicu terjadinya banjir bandang di negara bagian Uttarakhand, India. Foto: Businessinsiderin

ASITODAY.ID, NEW DELHI – Bencana banjir bandang yang menghancurkan sebuah lembah terpencil di utara India akibat longsoram gletser gunung Himalaya mengakibatkan krisis air bersih di ibu kota New Delhi.

Pasalnya, pasokan air bersih bagi puluhan ribu penduduk di kota itu terputus total.

Kantor berita AFP, Senin (15/2/2021) melaporkan bahwa otoritas setempat menyalahkan banyaknya lumpur dan puing-puing dari banjir yang terjadi pada 7 Februari, atas kekurangan pasokan air bersih tersebut.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Lembah Rishiganga, yang terletak di negara bagian Uttarakhand yang berjarak 530 kilometer (330 mil) di hulu ke timur laut Delhi, merupakan pemasok utama air bagi penduduk New Delhi. Namun, pihak berwenang tidak menyebutkan berapa lama pasokan air akan terhenti.

Banjir menyapu lembah itu dan menghancurkan kompleks pembangkit listrik serta menghancurkan jalan dan jembatan. Sekitar 50 orang tewas dan 150 lainnya hilang dalam peristiwa tersebut.

Tim penyelamat belum lama ini mengeluarkan mayat dari terowongan yang dipenuhi lumpur dan puing-puing di mana lebih dari 30 pekerja diduga terjebak.

Banjir tersebut diyakini dipicu oleh longsor gletser yang meluncur ke lereng gunung atau danau glasial yang menembus tepiannya. Air dari lembah mengalir ke Sungai Gangga dan dari sana ke Delhi.

Raghav Chadha, wakil ketua dewan air Delhi mendesak penduduk untuk menggunakan air dengan bijaksana karena dua dari instalasi pengolahan air utama kota tidak dapat beroperasi dengan kapasitas penuh karena air tercemar kotoran.

Dia mengatakan tim telah dikerahkan untuk membersihkan filter dan menyiram air baku dengan amonia tinggi.

New Delhi, yang berpenduduk lebih dari 20 juta, menghadapi kekurangan air setiap musim panas. Sebanyak 60 persen air yang dipasok ke kota itu berasal dari Sungai Yamuna dan sekitar 34 persen dari Sungai Gangga. Keduanya menghadapi masalah polusi yang parah dalam beberapa tahun terakhir. (ATN)

Tags: Banjir IndiaGunung HimalayaIndiaKrisis Air Bersih
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.