• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa Dihancurkan Israel

by Redaksi Asiatoday
February 24, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Liciknya Israel, Manfaatkan Covid-19 Bangun Pemukiman Ilegal di Yerusalem

Pendudukan Israel di Yerusalem. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Bangunan rumah milik kepala penjaga kompleks  Masjid Al-Aqsa, Fadi Aliyan, di desa Al-Issawiya, Yerusalem dihancurkan oleh Israel pada Senin kemarin. Penghancuran dilakukan setelah keluarga Aliyan mengalami kekalahan di jalur hukum.

Melansir Middle East Monitor pada Rabu (24/2/2021), keluarga Aliyan mengatakan bahwa otoritas Israel telah menginformasikan kepada mereka mengenai rencana menghancurkan rumah.

Pekan kemarin, sebuah pengadilan di Israel menolak petisi pengacara keluarga Aliyan mengenai penundaan penghancuran.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut keluarga Aliyan, rumah mereka dibangun di Al-Issawiya sekitar sepuluh tahun lalu. Sebelum menghancurkan rumah, otoritas Israel telah menjatuhkan denda bernilai tinggi kepada keluarga Aliyan dengan alasan bangunan tersebut “tidak berlisensi.”

Rumah Aliyan terdiri dari dua lantai yang dapat mengakomodasi hingga 17 orang. Sebagian besar orang yang tinggal di rumah tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

Aturan pembangunan yang diterapkan otoritas Israel membuat warga Palestina kesulitan memperoleh izin konstruksi di Yerusalem Timur. Padahal, Yerusalem Timur adalah wilayah yang diproyeksikan untuk menjadi ibu kota Palestina di masa mendatang.

November lalu, Pemerintah Israel melanjutkan rencana membangun ribuan rumah baru di sebuah area sensitif dekat Yerusalem Timur. Dalam sebuah keterangan di sebuah situs, Otoritas Pertanahan Israel melelang proyek pembangunan 1.257 unit rumah di Givat Hamatos kepada para kontraktor.

Lokasi proyek pembangunan terletak di antara Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tanah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah di tahun 1967. Sebagian besar komunitas global menganggap proyek permukiman semacam itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. (ATN)

Tags: Al AqsaIsraelYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.