• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Instabilitas Meningkat, Warga Myanmar Ramai-ramai Minta Perlindungan ke India

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Myanmar Kian Membara, 20 Demonstran Terluka Ditembaki Pasukan Keamanan

Myanmar Kian Membara, 20 Demonstran Terluka Ditembaki Pasukan Keamanan. Foto: engnepalnews

ASIATODAY.ID, GUWAHATI – Situasi mencekam dan instabilitas negeri yang terus meningkat, membuat sejumlah warga di Myanmar mencari perlindungan ke negara tetangga.

Pejabat India mengatakan pada Sabtu (6/3), puluhan warga Myanmar mengungsi ke India. Mereka telah berkumpul di perbatasan dengan India menunggu untuk bergabung dengan sekitar 50 orang yang telah melintasi perbatasan untuk melarikan diri dari kekacauan kudeta.

“Sedikitnya 85 warga sipil dari Myanmar telah menunggu di perbatasan internasional untuk memasuki India,” kata pejabat itu tanpa menyebut nama.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sementara itu, otoritas Myanmar telah meminta India untuk mengirim kembali delapan polisi yang melarikan diri pada minggu ini.

“Sebanyak 48 warga Myanmar, termasuk delapan polisi, telah memasuki negara bagian Mizoram di timur laut India,” kata seorang perwira senior di pasukan paramiliter Assam Rifles kepada AFP.

Demonstrasi anti-kudeta telah menyebar di seluruh negeri Myanmar sejak kudeta 1 Februari menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Pasukan keamanan telah meningkatkan tindakan keras brutal terhadap pengunjuk rasa, menewaskan lebih dari 50 orang.

Laporan media India menyatakan warga Myanmar yang telah melintasi perbatasan termasuk polisi dan pejabat lokal yang menolak untuk mengikuti perintah militer.

Myanmar telah mengirim surat, dilihat oleh AFP, meminta delapan polisi itu segera dikirim kembali. Surat itu dikirim ke pejabat di distrik Champhai Mizoram, tempat beberapa pengungsi tinggal.

“Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba di wilayah India dan diserahkan ke Myanmar,” kata surat itu.

Pejabat pemerintah India mengatakan surat itu sedang dipelajari bersama dengan kasus mereka yang telah melintasi perbatasan. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.