• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dianggap Eksploitasi Beruang Kutub, Hotel di China Diprotes Keras

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dianggap Eksploitasi Beruang Kutub, Hotel di China Diprotes Keras

Pemandangan Beruang Kutub yang ditawarkan oleh hotel Harbin Polar Land di timur laut China. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah hotel di China yang mengklaim sebagai hotel beruang kutub pertama di dunia dan baru dibuka, menuai protes keras dari para aktivis lingkungan.

Pasalnya, hotel Harbin Polar Land di timur laut China itu, di jendela kamar tidur di hotel tepat menghadap ke kandang beruang, dengan pengunjung diberitahu bahwa hewan-hewan itu adalah “tetangga 24 jam sehari” mereka. Demikian dikutip dari The Guardian, Selasa (16/3/2021).

Sebuah video menunjukkan beruang kutub – spesies yang terancam – difoto oleh kerumunan tamu di bawah cahaya terik yang hangat di ruang yang terdiri dari bebatuan dan es palsu serta lantai bercat putih.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sejak dibuka awal Maret 2021, keberadaan hotel tersebut mengundang kritikan dari publik.

Organisasi hak-hak hewan bereaksi, mendesak pelanggan untuk menjauh dari perusahaan yang mengambil untung “dari kesengsaraan hewan”.

“Beruang kutub termasuk di Kutub Utara, bukan di kebun binatang atau kotak kaca di akuarium – dan tentunya bukan di hotel,” kata wakil presiden Peta Asia, Jason Baker.

Harbin terkenal dengan festival ukiran esnya dan hotelnya menyerupai igloo raksasa, atapnya ditutup dengan es buatan. Tetapi beberapa pengguna media sosial China menyatakan ketidaknyamanan pada tema yang diangkat.

“Penjara panorama untuk beruang kutub. Bukankah kita sudah belajar tentang kekejaman terhadap hewan?” kata seorang komentator.

Sementara itu, juru bicara Jaringan Perlindungan Hewan China mengatakan, kesenjangan dalam undang-undang perlindungan satwa liar China yang memungkinkan bisnis untuk mengeksploitasi hewan tanpa memedulikan keselamatannya. (ATN)

Tags: Beruang KutubKonservasi SatwaSatwa Endemik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.