• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dianggap Eksploitasi Beruang Kutub, Hotel di China Diprotes Keras

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dianggap Eksploitasi Beruang Kutub, Hotel di China Diprotes Keras

Pemandangan Beruang Kutub yang ditawarkan oleh hotel Harbin Polar Land di timur laut China. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah hotel di China yang mengklaim sebagai hotel beruang kutub pertama di dunia dan baru dibuka, menuai protes keras dari para aktivis lingkungan.

Pasalnya, hotel Harbin Polar Land di timur laut China itu, di jendela kamar tidur di hotel tepat menghadap ke kandang beruang, dengan pengunjung diberitahu bahwa hewan-hewan itu adalah “tetangga 24 jam sehari” mereka. Demikian dikutip dari The Guardian, Selasa (16/3/2021).

Sebuah video menunjukkan beruang kutub – spesies yang terancam – difoto oleh kerumunan tamu di bawah cahaya terik yang hangat di ruang yang terdiri dari bebatuan dan es palsu serta lantai bercat putih.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Sejak dibuka awal Maret 2021, keberadaan hotel tersebut mengundang kritikan dari publik.

Organisasi hak-hak hewan bereaksi, mendesak pelanggan untuk menjauh dari perusahaan yang mengambil untung “dari kesengsaraan hewan”.

“Beruang kutub termasuk di Kutub Utara, bukan di kebun binatang atau kotak kaca di akuarium – dan tentunya bukan di hotel,” kata wakil presiden Peta Asia, Jason Baker.

Harbin terkenal dengan festival ukiran esnya dan hotelnya menyerupai igloo raksasa, atapnya ditutup dengan es buatan. Tetapi beberapa pengguna media sosial China menyatakan ketidaknyamanan pada tema yang diangkat.

“Penjara panorama untuk beruang kutub. Bukankah kita sudah belajar tentang kekejaman terhadap hewan?” kata seorang komentator.

Sementara itu, juru bicara Jaringan Perlindungan Hewan China mengatakan, kesenjangan dalam undang-undang perlindungan satwa liar China yang memungkinkan bisnis untuk mengeksploitasi hewan tanpa memedulikan keselamatannya. (ATN)

Tags: Beruang KutubKonservasi SatwaSatwa Endemik
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.