• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Tanggapi Dingin Ancaman Invasi China

by Redaksi Asiatoday
March 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Taiwan Minta China Hentikan Klaim Terhadap Selat

Kapal perang Taiwan lindungi Selat Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan menanggapi dingin ancaman invasi yang datang dari China.

Menteri Pertahanan Taiwan , Chiu Kuo-cheng mengatakan bahwa bertahan melawan invasi adalah masalah kemauan keras. Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata pulau itu akan melawan pasukan China “selama mereka ingin bertempur.”

Chiu Kuo-cheng menegaskan hal itu saat berbicara dalam sidang parlemen di mana beberapa pejabat bertanya tentang pernyataan yang dibuat oleh Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) Philip Davidson.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Davidson, yang menjabat sebagai komandan Komando Indo-Pasifik AS, mengatakan bahwa China dapat bergerak untuk menyerang Taiwan yang berpemerintahan sendiri dalam enam tahun ke depan.

Pada kesempatan itu, Chiu menyebut penilaian Davidson “masuk akal.”

“Evaluasinya mengatakan enam tahun, tetapi kekhawatiran saya termasuk enam jam,” ia menambahkan.

“Kami akan melihat semua referensi asing tetapi tidak dapat menganggapnya sebagai fakta,” ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (21/3/2021).

Dia mengatakan pihaknya sedang melakukan penilaian berkelanjutan terhadap kemampuan dan penempatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

“Serangan mungkin setiap saat,” ujarnya.

“Menurut penilaian saya, kita tidak dapat menetapkan batas waktu untuk serangan pada enam bulan atau enam tahun. Tujuan saya adalah siap setiap saat,” cetusnya.

“Sejujurnya, China mampu menyerang Taiwan. Apakah China mampu atau tidak menduduki Taiwan sesudahnya, saya tidak akan berspekulasi. China dapat melancarkan serangan, tetapi pertimbangannya harus melampaui memenangkan pertarungan pertama,” ujarnya, di mana menurutnya menyerang dan menduduki Taiwan sangatlah berbeda.

Ditanya apakah angkatan bersenjata Taiwan mampu menahan serangan China, Chiu menjawab; “Ini bukan tentang kemampuan. Ini tentang kemauan.”

“Saya selalu memberi tahu teman-teman saya untuk berhenti menanyakan berapa hari kami harus menunggu,” lanjut Chiu.

“Pertanyaannya adalah berapa hari China ingin bertempur? Kami akan menemani mereka selama beberapa hari seperti yang mereka inginkan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.