• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rencana Reformasi Pajak Memicu Gelombang Protes Warga di Kolombia

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rencana Reformasi Pajak Memicu Gelombang Protes Warga di Kolombia

Gelombang aksi unjukrasa di Bogota, Kolombia. Foto: Juanda he

ASIATODAY.ID, BOGOTA – Gelombang aksi unjukrasa pecah di Kolombia sebagai bentuk protes atas rencana reformasi pajak yang diusulkan Pemerintah. Usulan yang diajukan Presiden Ivan Duque itu dianggap sangat memberatkan masyarakat Negeri di Barat Laut Amerika Selatan itu.

Ratusan ribu warga turun ke jalan ke seluruh negeri, mulai Rabu (28/4/2021).

Para demonstran membawa peti mati kosong selama pemogokan nasional. Di kota-kota besar Kolombia, seperti Bogota, Medellin, dan Cali aksi demonstrasi digelar dengan masif untuk menentang pemerintah.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Demonstrasi ini diikuti berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, masyarakat pribumi, pengemudi truk, guru, petani, serta pekerja atau buruh.

Di beberapa kota, unjuk rasa dikabarkan berjalan damai. Namun, di Cali, kerusuhan dan aksi vandalisme sempat terjadi. Puluhan polisi dilaporkan luka-luka.

Seperti dilansir Antara, reformasi pajak ini bertujuan meningkatkan pajak pada individu dan bisnis serta menghilangkan banyak pengecualian. Reformasi ini diniatkan untuk menekan krisi fiskal yang disebutkan biaya perawatan kesehatan selama pandemi Covid-19.

Reformasi pada awalnya dimaksudkan untuk mengumpulkan sekitar USD6 miliar atau Rp86 triliun, setara dengan dua persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah juga menyarankan untuk memperluas jenis barang yang dikenakai pajak pertambahan nilai (PPN), dengan mengatakan reformasi sangat penting bagi Kolombia untuk mempertahankan peringkat utang tingkat investasinya. (ATN)

Tags: KolombiaPajak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.