• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Arab Saudi dan Turki Mulai Rajut Kembali Hubungan Bilateral

by Redaksi Asiatoday
May 5, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Arab Saudi dan Turki Mulai Rajut Kembali Hubungan Bilateral

Saudi Arabia's King Salman bin Abdulaziz Al Saud. Doc

ASIATODAY.ID, RIYADH – Arab Saudi dan Turki mulai merajut kembali hubungan bilateral.

Pasalnya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membahas hubungan bilateral kedua negara melalui panggilan telepon. Demikian laporan kantor berita negara Saudi, SPA.

“Selama panggilan tersebut, hubungan kedua negara dibahas. Presiden Turki juga mengucapkan selamat kepada Penjaga Dua Masjid Suci pada kesempatan Idul Fitri yang diberkahi,” demikian laporan SPA dikutip Al Arabiya, Rabu (5/5/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Hubungan antara Arab Saudi dan Turki diliputi ketegangan setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.

Tetapi Turki telah berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Kerajaan di Teluk Arab tersebut.

“Kami akan mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan agenda yang lebih positif dengan Arab Saudi,” ujar juru bicara dan penasihat Erdogan Ibrahim Kalin kepada Reuters pada bulan April lalu.

Dia juga menyambut persidangan Khashoggi yang dilakukan Arab Saudi tahun lalu yang melihat delapan orang dijatuhi hukuman penjara.

“Mereka punya pengadilan. Persidangan telah diadakan. Mereka sudah mengambil keputusan jadi kami menghormati keputusan itu,” ucap Kalin.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga mengatakan pada Maret lalu bahwa Arab Saudi dan Turki setuju untuk melanjutkan dialog setelah pertemuan “bermanfaat” November lalu dengan mitranya dari Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, menurut kantor berita milik negara Anadolu.

“Bagi kami, tidak ada alasan untuk tidak memperbaiki hubungan kami dengan Arab Saudi. Jika mereka mengambil langkah positif, kami akan melakukannya juga,” kata Cavusoglu.

Cavusoglu menambahkan bahwa Turki tidak pernah menyalahkan kepemimpinan Arab Saudi dalam masalah pembunuhan Khashoggi. (ATN)

Tags: Arab SaudiTurki
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.