ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia secara konsisten terus berkontribusi terhadap upaya konservasi ekosistem laut, salah satunya dengan membangun Pusat Stok Karang (Coral Stock Center/CSC).
Yang terbaru, Indonesia baru saja meluncurkan Pusat Stok Karang di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, 9 Juni kemarin.
Sebelum Pulau Bokori, beberapa lokasi Pusat Stok Karang sudah dibangun di Indonesia diantaranya berlokasi di perairan Pantai Malalayang, Manado dan lokasi lainnya termasuk coral garden (ICRG) di Nusa Dua, Bali.
Peluncuran Pusat Stok Karang di Pulau Bokori ini bertepatan dengan momentum Hari Segitiga Karang (Coral Triangle Day) yang menjadi inisiatif bersama Indonesia Malaysia, Filipina, Timor-Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.
“Pulau Bokori tidak hanya dibangun sebagai sumber penyediaan bibit karang untuk kegiatan transplantasi dan rehabilitasi karang di sekitarnya, namun juga akan menjadi pusat studi dan pembelajaran rehabilitasi terumbu karang sekaligus obyek ekowisata bahari,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).
Jumlah total rak transplantasi yang berhasil diturunkan sebanyak 60 rak, terdiri dari 40 rak pipa PVC, 10 rak besi, dan 10 rak jenis jaring laba-laba. Untuk tahap awal tak kurang dari 1.000 fragmen karang ditransplantasikan.
Fragmen karang tersebut terdiri dari 18 spesies. Untuk Acropora sp. dan bambu laut berasal dari alam perairan Pulau Bokori, sedangkan 16 spesies lainnya merupakan dukungan dari Asosiasi Koral, Kerang dan Ikan Sulawesi Tenggara (AKKISTRA) dengan total 631 fragmen. (ATN)
