• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Coral Stock Center, Aksi Nyata Indonesia dalam Konservasi Laut

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Coral Stock Center, Aksi Nyata Indonesia dalam Konservasi Laut

Pusat Stok Karang (Coral Stock Center/CSC) di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia secara konsisten terus berkontribusi terhadap upaya konservasi ekosistem laut, salah satunya dengan membangun Pusat Stok Karang (Coral Stock Center/CSC).

Yang terbaru, Indonesia baru saja meluncurkan Pusat Stok Karang di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, 9 Juni kemarin.

Sebelum Pulau Bokori, beberapa lokasi Pusat Stok Karang sudah dibangun di Indonesia diantaranya berlokasi di perairan Pantai Malalayang, Manado dan lokasi lainnya termasuk coral garden (ICRG) di Nusa Dua, Bali.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Peluncuran Pusat Stok Karang di Pulau Bokori ini bertepatan dengan momentum Hari Segitiga Karang (Coral Triangle Day) yang menjadi inisiatif bersama Indonesia Malaysia, Filipina, Timor-Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

“Pulau Bokori tidak hanya dibangun sebagai sumber penyediaan bibit karang untuk kegiatan transplantasi dan rehabilitasi karang di sekitarnya, namun juga akan menjadi pusat studi dan pembelajaran rehabilitasi terumbu karang sekaligus obyek ekowisata bahari,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Jumlah total rak transplantasi yang berhasil diturunkan sebanyak 60 rak, terdiri dari 40 rak pipa PVC, 10 rak besi, dan 10 rak jenis jaring laba-laba. Untuk tahap awal tak kurang dari 1.000 fragmen karang ditransplantasikan.

Fragmen karang tersebut terdiri dari 18 spesies. Untuk Acropora sp. dan bambu laut berasal dari alam perairan Pulau Bokori, sedangkan 16 spesies lainnya merupakan dukungan dari Asosiasi Koral, Kerang dan Ikan Sulawesi Tenggara (AKKISTRA) dengan total 631 fragmen. (ATN)

Tags: Coral Stock CenterCoral Triangle DayKonservasi LautSave OceanTerumbu Karang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea
  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.