• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Coral Stock Center, Aksi Nyata Indonesia dalam Konservasi Laut

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Coral Stock Center, Aksi Nyata Indonesia dalam Konservasi Laut

Pusat Stok Karang (Coral Stock Center/CSC) di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia secara konsisten terus berkontribusi terhadap upaya konservasi ekosistem laut, salah satunya dengan membangun Pusat Stok Karang (Coral Stock Center/CSC).

Yang terbaru, Indonesia baru saja meluncurkan Pusat Stok Karang di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, 9 Juni kemarin.

Sebelum Pulau Bokori, beberapa lokasi Pusat Stok Karang sudah dibangun di Indonesia diantaranya berlokasi di perairan Pantai Malalayang, Manado dan lokasi lainnya termasuk coral garden (ICRG) di Nusa Dua, Bali.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Peluncuran Pusat Stok Karang di Pulau Bokori ini bertepatan dengan momentum Hari Segitiga Karang (Coral Triangle Day) yang menjadi inisiatif bersama Indonesia Malaysia, Filipina, Timor-Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

“Pulau Bokori tidak hanya dibangun sebagai sumber penyediaan bibit karang untuk kegiatan transplantasi dan rehabilitasi karang di sekitarnya, namun juga akan menjadi pusat studi dan pembelajaran rehabilitasi terumbu karang sekaligus obyek ekowisata bahari,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Jumlah total rak transplantasi yang berhasil diturunkan sebanyak 60 rak, terdiri dari 40 rak pipa PVC, 10 rak besi, dan 10 rak jenis jaring laba-laba. Untuk tahap awal tak kurang dari 1.000 fragmen karang ditransplantasikan.

Fragmen karang tersebut terdiri dari 18 spesies. Untuk Acropora sp. dan bambu laut berasal dari alam perairan Pulau Bokori, sedangkan 16 spesies lainnya merupakan dukungan dari Asosiasi Koral, Kerang dan Ikan Sulawesi Tenggara (AKKISTRA) dengan total 631 fragmen. (ATN)

Tags: Coral Stock CenterCoral Triangle DayKonservasi LautSave OceanTerumbu Karang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.