• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden Jokowi Batalkan Rencana Vaksinasi Berbayar yang Kontroversial

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jokowi: Transformasi Digital Harus Win-win Solution

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana vaksinasi Covid-19 berbayar bagi individu.

Program Vaksinasi Gotong Royong untuk Individu sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui PT Kimia Farma Tbk. (KAEF).

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma, semuanya dibatalkan dan dicabut,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pramono menuturkan keputusan ini diharapkan memutus polemik di tengah masyarakat yang ditimbulkan oleh program vaksinasi berbayar bagi individu.

Selain publik di Indonesia yang memprotes rencana tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga turut merespon hal tersebut.

WHO mengungkapkan bahwa vaksinasi Covid-19 di dunia harusnya tanpa dipungut biaya. Jika ada negara yang melakukan vaksinasi berbayar, maka tindakan itu sangat amoral dan melanggar etika.

Dr Ann Lindstrand, koordinator program imunisasi di markas WHO, Jenewa, mengatakan dalam jumpa pers virtual Senin (12/7/2021) lalu. Ia merespon rencana kebijakan vaksinasi berbayar yang sedang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia.

“Sangat amoral dan bisa melanggar etika kalau hal itu terjadi sebab akan menghalangi akses masyarakat mendapatkan vaksin di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan, semua vaksin yang didistribusikan melalui Covax sebagai bantuan dari berbagai negara harus diberikan gratis kepada masyarakat.

“Agar vaksinasi memberi dampak optimal, setiap warga negara harus punya kesetaraan untuk mendapat akses, dan setiap pembayaran bisa menimbulkan masalah etika dan masalah akses, khususnya di tengah pandemi ketika kita butuh cakupan luas dan agar vaksin bisa menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” kata Lindstrand. (ATN)

Tags: Corona IndonesiaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.