• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak Politik di Tunisia: Arab Saudi Dukung Upaya Pemulihan Stabilitas Keamanan

by Redaksi Asiatoday
July 28, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gejolak Politik di Tunisia: Arab Saudi Dukung Upaya Pemulihan Stabilitas Keamanan

Aksi protes di Tunisia. Ist

ASIATODAY.ID, RIYADH – Gejolak politik di negeri Tunisia direspon cepat oleh Arab Saudi demi terciptanya stabilitas keamanan.

“Kerajaan menghormati segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan internal Tunisia dan menganggap situasi tersebut sebagai masalah kedaulatan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dirilis, Selasa (27/7/2021).

Pemerintah Saudi menegaskan dukungannya untuk terciptanya stabilitas keamanan Tunisia. Saudi juga menegaskan kepercayaannya pada kepemimpinan Tunisia untuk mengatasi keadaan ini dan mencapai kehidupan yang layak dan kemakmuran bagi rakyat Tunisia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sebagaimana dilaporkan Arab News, Rabu (28/7/2021), Kerajaan meminta komunitas internasional mendukung Tunisia dalam situasi ini untuk mengatasi tantangan kesehatan dan ekonominya.

Presiden Tunisia Kais Saied pada Senin memecat perdana menteri dan membekukan parlemen setelah protes massa nasional yang penuh kekerasan meletus pada Minggu. Negara Afrika Utara itu juga berjuang untuk memerangi pandemi Covid-19 yang telah membuat sistem kesehatan hampir runtuh.

Presiden Tunisia Kais Saied pada 25 Juli menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Hichem Mechichi, membekukan parlemen dan mengambil alih kekuasaan eksekutif.

Partai-partai politik di Tunisia menuduh presiden melakukan kudeta, tetapi Saied mengatakan dia bertindak sesuai dengan Konstitusi. Banyak negara, termasuk Turki, telah menyatakan keprihatinan dan mengutuk langkah tersebut.

PM Hichem Mechichi yang diberhentikan mengatakan dirinya akan menyerahkan kekuasaannya kepada siapa pun yang ditunjuk oleh presiden.

Dalam sebuah pernyataan, Mechichi mengatakan dirinya tidak akan memainkan peran obstruktif dalam memperumit situasi di Tunisia.

Tunisia dipandang sebagai satu-satunya negara yang berhasil melakukan transisi demokrasi menyusul pemberontakan populer Arab Spring. Namun negeri itu gagal dalam mencapai stabilitas ekonomi dan politik, dan lonjakan kasus virus corona baru-baru ini memicu frustrasi publik. (ATN)

Tags: Arab SaudiTunisia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.