• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Tertinggal Jauh di Asia Terkait Porsi Kredit UMKM

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Produk UMKM Indonesia Diminati Pasar Singapura

Produk UMKM Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia perlu membenahi secara serius sistem penyaluran kredit kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, saat ini dukungan industri perbankan nasional masih sangat rendah. Bahkan Indonesia tertinggal jauh di Asia.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, industri perbankan nasional hanya menyalurkan kredit dengan porsi 20 persen terhadap total kredit. Angka ini jauh jika dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia. Porsi kredit ke UMKM di kedua negara itu mencapai 50 persen.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Sementara Korea 80 persen, Jepang 65 persen. Kenapa Indonesia hanya 20 persen,” ujar Erick Thohir, saat berbicara dalam Launching Produk Bersama dengan Nusakita, Panganesia, dan Rania, Kamis (16/9/2021).

Karena itu, Erick mendorong agar perbankan di Indonesia melakukan pembenahan, setidaknya mendekati porsi kredit yang diberikan oleh negara-negara tetangga di ASEAN. Hal ini relevan dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan porsi pinjaman ke UMKM mencapai 30 persen.

“Kita dorong sekarang bank-bank yang ada di Himbara untuk menjadi bagian penting perubahan yang signifikan memastikan UMKM sebagai tulang punggung kita, bukan hanya sekedar service,” imbuhnya.

Menteri Erick optimis, keinginan Presiden untuk memperbesar pinjaman ke UMKM bisa terjawab dengan pembentukan Holding Ultra Mikro, dimana holding terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM akan menjadi sebuah kekuatan yang memastikan akses permodalan dan juga bunga murah untuk UMKM menjadi kenyataan.

“Kita harus menjaga keseimbangan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Industri UMKMUMKM indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.