• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Investasi Rp35,5 Triliun, Proyek Australia-Asia PowerLink akan Melewati Laut Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp35,5 Triliun, Proyek Australia-Asia PowerLink akan Melewati Laut Indonesia

Proyek Energi Bersih Sun Australia-Asia PowerLink. Dok Sun CableCable

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan yang berbasis di Australia, Sun Cable siap membangun kabel bawah laut yang menghantarkan energi listrik dari Australia ke Singapura. Proyek bertajuk Australia-Asia PowerLink tersebut akan melewati sebagian wilayah perairan Indonesia.

Sun Cable berkomitmen akan menginvestasikan USD2,5 miliar atau setara Rp 35,5 triliun di Indonesia. Proyek ini rencananya akan mulai berjalan pada 2024 dan diharapkan akan selesai pada 2028 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyambut antusias investasi tersebut. Ia bahkan mendorong agar investasi ini bisa berkelanjutan kedepannya, dimana diharapkan ada investasi lanjutan setelah proyek Australia-Asia PowerLink ini selesai.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Pemerintah Indonesia menyambut baik investasi ini. Kita berharap proyek ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak signifikan kepada industri di indonesia,” terang Luhut saat konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

Luhut mengaku kaget saat mendengar rencana awal proyek ini, sebab proyek ini akan membentangkan kabel listrik dari Darwin, Australia ke Singapura sekitar 4.200 kilometer dan ini terpanjang di dunia.

“Investasi ini harus menjadi gerbang untuk membuka arus investasi yang lebih besar kedepannya antara Australia dan Indonesia,” imbuh Menko Luhut.

Menko Luhut menegaskan, dukungan Indonesia terhadap proyek ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki perhatian besar terhadap pembangunan energi baru dan terbarukan (EBT).

Sementara itu, CEO Sun Cable, David Griffin mengungkapkan bahwa investasi senilai USD2,5 miliar akan memberi manfaat langsung untuk Indonesia, sebab proyek ini akan menggunakan berbagai bahan yang bisa mendorong keterlibatan industri manufaktur di Indonesia.

“Investasi kami senilai USD2,5 miliar ini akan terbagi dua model, dimana USD1 miliar untuk procurement dan sisanya untuk kelangsungan selama proyek berjalan,” jelasnya.

Investasi USD1 miliar untuk procurement tersebut kata David, termasuk dalam persiapan komponen manufaktur yang ada di Indonesia, aktivitas konstruksi, fasilitas operasional dan strategi peluang manufaktur. Selain itu, benefit lainnya yang bisa didapat oleh Indonesia yakni pembukaan lapangan kerja sebanyak 7500 orang tenaga kerja secara tidak langsung.

Tak hanya itu, dua universitas di Indonesia yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga ikut terlibat dalam riset proyek ini.

Menurut David, sejauh ini proses yang sedang berjalan pada proyek ini sudah masuk tahap studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di sepanjang jalur yang akan dilalui kabel bawah laut Australia-Asia PowerLink ini.

“Kami punya rekomendasi dan kita sedang lakukan studi AMDAL, sehingga bisa kita submit pengerjaan dalam beberapa tahun kedepan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Australia-Asia PowerLinkEnergi Baru TerbarukanInvestasi EnergiKerjasama Indonesia-AustraliaSun Cable
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.