• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Krisis Air Global: 3,6 Miliar Orang tidak Memiliki Akses Memadai

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Filipina Kolaborasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Bencana banjir di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JENEWA – Perubahan iklim global telah menciptakan malapetaka bagi penghuni planet bumi. Selain bencana alam, penduduk bumi juga menghadapi krisis air bersih yang mengerikan.

Laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bertajuk “The State of Climate Services 2021: Water,” menyatakan 3,6 miliar orang secara global tidak memiliki akses yang memadai ke air bersih setiap bulan selama tahun 2018. Pada tahun 2050, jumlah ini diperkirakan akan melebihi 5 miliar orang.

Badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk mengambil langkah mitigasi perubahan iklim guna mencegah risiko global bencana terkait air ini, mulai dari banjir hingga kekeringan ekstrem.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Situasinya semakin memburuk dengan fakta bahwa hanya 0,5% air di Bumi yang dapat digunakan dan tersedia air tawar,” demikian laporan itu dikutip Kamis (7/10/2021).

Data WMO menunjukkan frekuensi ancaman yang berhubungan dengan air telah meningkat selama 20 tahun terakhir. Sejak tahun 2000, bencana terkait banjir telah meningkat sebesar 134% dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya, sementara pada periode yang sama jumlah dan durasi kekeringan juga meningkat sebesar 29%.

Sebagian besar kematian terkait kekeringan terjadi di Afrika, menunjukkan perlunya sistem peringatan menyeluruh yang lebih kuat untuk kekeringan di wilayah itu. Sebagian besar kematian terkait banjir dan kerugian ekonomi tercatat di Asia, sementara Afrika paling banyak dilanda kematian terkait kekeringan.

“Peningkatan suhu mengakibatkan perubahan curah hujan global dan regional, yang menyebabkan pergeseran pola curah hujan dan musim pertanian, dengan dampak besar pada ketahanan pangan dan kesehatan manusia dan kesejahteraan,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.

Tahun lalu, dunia menyaksikan kelanjutan dari peristiwa terkait air yang ekstrem, yang menggusur jutaan orang dan membunuh ratusan orang di seluruh Asia. Sementara di Afrika, menurut ketua WMO, lebih dari dua miliar orang masih tinggal di negara-negara yang kekurangan air dan menderita kekurangan akses ke air minum dan sanitasi yang aman.

Menggarisbawahi peran penting pengelolaan sumber daya air dalam mengurangi bencana terkait air, WMO merekomendasikan bahwa negara-negara, terutama negara-negara kepulauan kecil berkembang dan negara-negara kurang berkembang, harus segera meningkatkan investasi dalam pengelolaan sumber daya air terpadu dan dalam sistem peringatan dini kekeringan dan banjir.

WMO juga mendesak negara-negara untuk mengisi kesenjangan kapasitas dalam mengumpulkan data untuk variabel hidrologi dasar, yang mendukung layanan iklim dan sistem peringatan dini.

Selain itu, WMO juga mengajak pemangku kepentingan tingkat nasional untuk bersama-sama mengembangkan dan mengoperasionalkan layanan iklim dengan pengguna informasi untuk lebih mendukung adaptasi di sektor air. (ATN)

Tags: Asia DisasterClimate ChangeKrisis Air BersihPerubahan IklimWMO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.