• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Efek Perubahan Iklim, Oksigen di Planet Bumi Mulai Dikhawatirkan

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dampak Perubahan Iklim Setara dengan Pandemi Covid-19

Dampak Perubahan Iklim mengancam kehidupan di planet bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan mulai mengkhawatirkan dampak perubahan iklim terhadap kadar oksigen di Planet bumi.

Pasaya, perubahan iklim yang drastis membuat atmosfer menipis dan mengurangi kadar oksigen di bumi sehingga bisa memusnahkan kehidupan.

Meski kondisi itu tidak datang secepatnya, namun jika perubahan iklim dibiarkan maka lambat laun atmosfer bumi akan menipis. Ini akan membawa planet kembali ke keadaan seperti pada Peristiwa Oksidasi Hebat (GOE) sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Melansir Science Alert, Senin (11/10/2021), ilmuwan sudah mengingatkan jika atmosfer bukan filter permanen untuk melindungi bumi. Penelitian terhadap deoksigenasi bisa menjadi peringatan bahwa kehidupan di bumi bisa musnah.

“Penurunan oksigen sangat ekstrem, kondisinya nanti bisa satu kali lebih sedikit dari oksigen saat ini,” kata ilmuwan Bumi Chris Reinhard, dari Institut Teknologi Georgia, kepada New Scientist.

Menurut perhitungan yang dilakukan Reinhard dan ilmuwan lingkungan Kazumi Ozaki, dari Universitas Toho di Jepang, sejarah layak huni yang kaya oksigen di Bumi bisa berakhir hanya 20-30 persen dari umur planet secara keseluruhan.

“Atmosfer setelah deoksigenasi hebat ditandai dengan peningkatan metana, kadar CO2 rendah, dan tidak ada lapisan ozon,” kata Ozaki.

Penelitian ini sangat relevan bagi ilmuwan untuk mulai mencari planet yang dapat dihuni di luar Tata Surya. Kini astronom mulai membidik luar tata surya dengan teleskop tercanggih yang dimilikinya.

Ilmuwan juga mencari tanda-tanda biologis lain selain oksigen untuk memiliki peluang terbaik untuk menemukan kehidupan di luar tata surya.

Studi ini adalah bagian dari proyek NASA NExSS (Nexus for Exoplanet System Science), yang menyelidiki kelayakhunian planet selain planet bumi. (ATN)

Tags: Climate ChangePerubahan IklimSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.