• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Proyek Ekowisata, Eiger Bangun Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia di Bogor

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Proyek Ekowisata, Eiger Bangun Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia di Bogor

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno saat peletakan batu pertama proyek Eiger Adventure Land (EAL) di Bogor. Dok EAL

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan Eiger meluncurkan sebuah proyek ekowisata alam Eiger Adventure Land (EAL).

Dalam proyek ini, Eiger akan membangun jembatan gantung terpanjang di dunia sepanjang 530 meter di kaki Gunung Pangrango, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jembatan tersebut akan mengalahkan jembatan Arouca, di Portugal yang memiliki rentang 516 meter. Rencananya, proyek ini rampung pada 2023.

Jembatan gantung (suspension bridge) terpanjang akan berdampingan dengan kereta gantung (cable car) sepanjang 863 meter melintasi ngarai kaki Gunung Pangrango.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno menuturkan, ekowisata Eiger menjadi kebanggaan buat Indonesia dan sekaligus sebagai persembahan untuk dunia.

“Kita melihat ini akan menjadi epicentrum ecotourism dunia. Ini juga akan memberikan komitmen kepada pelestarian lingkungan dan memberi dampak positif pada ekonomi lokal, terutama di Kabupaten Bogor,” ujar Sandi saat peletakan batu pertama pembangunan Eiger Adventure Land (EAL), Minggu (17/10/2021).

Menurut Sandi, apa yang dilakukan EAL di tengah pandemi dapat mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata segera bangkit, serta lapangan kerja terbuka, karena EAL nantinya akan melibatkan banyak tenaga kerja.

Sementara, Chairman PT Eigerindo MPI Ronny Lukito menjelaskan, EAL rencananya dapat beroperasi atau dibuka secara umum pada awal 2023. Dengan total area 325 hektare melalui skema perjanjian kerjasama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), pengelola hanya menggunakan 1,75 persen lahan terbangun.

“Dari ratusan hektar kawasan kerjasama dengan taman nasional, kami hanya menggunakan 1,75 persen untuk dijadikan lahan terbangun. Bangunan yang digunakan pun semi permanen dan selebihnya kami memastikan masih hijau,” jelas Ronny.

EAL nantinya, akan menghadirkan beberapa iconic landmark seperti kereta gantung sepanjang 863m, jembatan sepanjang 530m dan juga berbagai fasilitas yang menitik beratkan kepada kegiatan alam tropis, seperti hiking, taman bermain, uji ketangkasan, area berkemah, penginapan dan kegiatan alam lainnya.

“Selain cable car sepanjang 863m, salah satu iconic landmark lainnya yang menarik dari EAL ini adalah suspension bridge sepanjang 530m yang harapannya akan menjadi jembatan gantung terpanjang di dunia,” tambah Ronny.

Berkonsep ekowisata, alam di kawasan TNGP akan menjadi daya tarik utama dari area wisata alam. EAL bertekad untuk menjaga alam tersebut dengan mengelola sebaik mungkin serta melestarikannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (RPSWA) berupa pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam dan ekosistem.

Langkah-langkah dalam pelestarian lingkungan pun sudah dilakukan sejak awal proses pengembangan kawasan, diantaranya dengan melakukan inventarisasi flora dan fauna untuk melihat rona awal kondisi flora dan fauna sebelum pembangunan sarana prasarana wisata alam, serta penanaman pohon endemik di area perbatasan agar kawasan tersebut semakin rindang ketika kawasan mulai dibuka untuk umum. (ATN)

Tags: Asia TourismEcotourismeEiger AdventureEkowisataGreen TourismPariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.