• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Malaysia Menentang Keras Program Kapal Selam Nuklir AUKUS

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia dan Malaysia Menentang Keras Program Kapal Selam Nuklir AUKUS 1

Kapal selam buatan Naval Group. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Malaysia menentang keras keputusan aliansi Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS) untuk menghadirkan kapal selam nuklir ke Australia, meskipun tidak ada senjata nuklir yang digunakan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan keberatan tersebut dalam konferensi pers pasca pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Menurut Saifuddin, Malaysia dan Indonesia sama-sama khawatir tentang konsekuensi dari program aliansi AUKUS tersebut.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kami sepakat soal isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir baru. Meskipun negara itu tidak memiliki kapasitas untuk senjata nuklir, kami khawatir dan risau,” ungkap Saifuddin, dikutip Reuters.

Pakta keamanan AUKUS lahir sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Laut China Timur dan Selatan, kawasan perairan yang menopang jalur perdagangan senilai triliunan dollar AS.

Berbeda dengan dua mitranya di ASEAN, Filipina, yang dekat dengan AS, telah menyatakan dukungannya terhadap AUKUS.

Filipina mengatakan, perjanjian tersebut bisa menjadi kekuatan penyeimbang untuk menghadapi China yang semakin agresif.

Di luar masalah AUKUS, menteri luar negeri Malaysia dan Indonesia juga menyatakan kekecewaannya terhadap junta militer Myanmar yang belum menunjukkan kemajuan dalam melaksanakan rencana perdamaian yang disepakati dengan ASEAN.

Hari Jumat (15/10/2021), ASEAN memutuskan untuk mengecualikan pimpinan junta Min Aung Hlaing dari pertemuan regional yang akan datang. Di saat yang bersamaan, Retno menegaskan, ASEAN akan terus menawarkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Pada pertemuan Senin, Saifuddin dan Retno juga sedang berdiskusi tentang dibukanya koridor perjalanan antara Indonesia dan Malaysia, dan telah sepakat untuk menyelesaikan perbatasan laut maritim di Malaka Selatan dan Laut Sulawesi. (ATN)

Tags: AseanASEAN Outlook on the Indo-PacificAUKUSIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.