• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Malaysia Menentang Keras Program Kapal Selam Nuklir AUKUS

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia dan Malaysia Menentang Keras Program Kapal Selam Nuklir AUKUS 1

Kapal selam buatan Naval Group. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Malaysia menentang keras keputusan aliansi Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS) untuk menghadirkan kapal selam nuklir ke Australia, meskipun tidak ada senjata nuklir yang digunakan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan keberatan tersebut dalam konferensi pers pasca pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Menurut Saifuddin, Malaysia dan Indonesia sama-sama khawatir tentang konsekuensi dari program aliansi AUKUS tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

“Kami sepakat soal isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir baru. Meskipun negara itu tidak memiliki kapasitas untuk senjata nuklir, kami khawatir dan risau,” ungkap Saifuddin, dikutip Reuters.

Pakta keamanan AUKUS lahir sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Laut China Timur dan Selatan, kawasan perairan yang menopang jalur perdagangan senilai triliunan dollar AS.

Berbeda dengan dua mitranya di ASEAN, Filipina, yang dekat dengan AS, telah menyatakan dukungannya terhadap AUKUS.

Filipina mengatakan, perjanjian tersebut bisa menjadi kekuatan penyeimbang untuk menghadapi China yang semakin agresif.

Di luar masalah AUKUS, menteri luar negeri Malaysia dan Indonesia juga menyatakan kekecewaannya terhadap junta militer Myanmar yang belum menunjukkan kemajuan dalam melaksanakan rencana perdamaian yang disepakati dengan ASEAN.

Hari Jumat (15/10/2021), ASEAN memutuskan untuk mengecualikan pimpinan junta Min Aung Hlaing dari pertemuan regional yang akan datang. Di saat yang bersamaan, Retno menegaskan, ASEAN akan terus menawarkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Pada pertemuan Senin, Saifuddin dan Retno juga sedang berdiskusi tentang dibukanya koridor perjalanan antara Indonesia dan Malaysia, dan telah sepakat untuk menyelesaikan perbatasan laut maritim di Malaka Selatan dan Laut Sulawesi. (ATN)

Tags: AseanASEAN Outlook on the Indo-PacificAUKUSIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.