• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ditekan ASEAN, Junta Militer Akhirnya Bebaskan Ribuan Demonstran di Myanmar

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kota Yangon Dicat Merah Darah oleh Demonstran

Aksi demonstrasi aktivis pro demokrasi menentang kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar. Dok Yadonai alemu

ASIATODAY.ID, YANGON – Sekitar 5.636 demonstran akhirnya dibebaskan oleh Junta militer setelah mereka dijebloskan ke penjara akibat berunjukrasa menentang kudeta militer Februari lalu.

Pengumuman disampaikan Senin ini, 18 Oktober 2021, beberapa hari usai ASEAN memutuskan tidak mengundang junta Myanmar ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bulan ini.

Kekacauan terjadi di Myanmar sejak kudeta, dengan lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam aksi penumpasan unjuk rasa oleh junta Myanmar. Lebih dari 8.000 orang juga telah ditangkap sejak awal kudeta hingga kini.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut keterangan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), saat ini masih terdapat lebih dari 7.300 orang yang ditahan junta Myanmar atas keterlibatan mereka dalam demonstrasi anti-kudeta.

Sebagaimana dilaporkan CNA, Senin (18/10/2021), pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan bahwa total 5.636 tahanan akan segera dibebaskan untuk memperingati festival Thadingyut bulan ini.

Min Aung Hlain tidak menyebutkan detail mengenai siapa-siapa saja yang akan dibebaskan bulan ini. Otoritas lembaga pemasyarakatan Myanmar juga tidak merespons permohonan komentar dari media AFP.

Bebas Bersyarat

Juni lalu, junta Myanmar telah membebaskan lebih dari 2.000 pedemo anti-kudeta dari sejumlah penjara di seantero negeri. Dari total tersebut, beberapa di antaranya adalah jurnalis yang dikenal kritis terhadap junta Myanmar.

Mereka yang masih berada di tahanan Myanmar hingga saat ini meliputi jurnalis asal Amerika Serikat, Danny Fenster, yang sudah ditahan sejak 24 Mei.

“Lebih dari 1.300 orang yang akan dibebaskan harus menandatangani sebuah kesepakatan, dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan,” tutur Min Aung Hlaing.

David Mathieson, seorang analis di Myanmar, mengatakan bahwa kesepakatan semacam itu “dapat diartikan sebagai sebuah pembebasan bersyarat yang meliputi pengawasan ekstra ketat” di ruang publik. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.