• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parlemen Eropa Dorong Anggota UE Perkuat Relasi dengan Taiwan

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Parlemen Uni Eropa Dukung Penuh Partisipasi Taiwan di Forum WHO dan WHA

Parlemen Uni Eropa (UE). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Parlemen Eropa baru saja meloloskan laporan “Hubungan Politik dan Kerja Sama EU-Taiwan” (EU-Taiwan Political Relations and Cooperation) melalui pemungutan suara pada 20 Oktober 2021.

Laporan tersebut menyarankan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) untuk meningkatkan hubungan politik dengan Taiwan.

Uni Eropa melihat Taiwan sebagai mitra kunci dan sahabat aliansi demokrasi di kawasan Indo Pasifik, maka hubungan kemitraan antara Taiwan dan Uni Eropa harus ditingkatkan secara menyeluruh.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyambut baik diloloskannya laporan tersebut, yang merupakan laporan tentang hubungan politik dan kerja sama Uni Eropa-Taiwan yang pertama dalam sejarah.

Parlemen Eropa sangat prihatin dengan ancaman militer yang dilakukan China terhadap Taiwan, terutama pada bulan Oktober di mana China telah mengirim lebih dari 150 pesawat militer untuk memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan tanpa izin.

Parlemen Eropa menyerukan China untuk segera menghentikan tindakan tersebut.

Selain itu, Parlemen Eropa menegaskan bahwa Parlemen Eropa sangat menaruh perhatian terhadap keamanan Selat Taiwan, dan menyerukan Uni Eropa, serta negara-negara anggota untuk secara aktif mendorong perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bersama negara-negara sehaluan.

Terutama apabila China sampai mengambil tindakan terhadap Taiwan dan Laut Selatan, maka tindakan tersebut akan berdampak sangat serius pada hubungan Uni Eropa dengan China.

Laporan tersebut juga menyerukan agar Komisi Eropa segera melakukan evaluasi pelaksanaan Perjanjian Investasi Bilateral (BIA) dengan Taiwan, termasuk penetapan ruang lingkup, pelaksanaan dengar pendapat, dan pekerjaan persiapan lainnya.

Dalam laporan tersebut kembali ditegaskan bahwa Uni Eropa mendukung penuh partisipasi Taiwan sebagai pengamat dalam WHO, UNFCCC, ICAO, dan INTERPOL.

Parlemen Eropa menyebutkan bahwa Taiwan adalah mitra penting Uni Eropa di kawasan Indo Pasifik dalam mendorong perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan beragama, dan meminta Uni Eropa untuk mengirim Perwakilan Khusus Hak Asasi Manusia, dan Utusan Khusus Kebebasan Beragama dan Kepercayaan untuk menghadiri pertemuan di Taiwan.

Tahun ini adalah tahun peringatan ke-10 di mana Uni Eropa menetapkan kebijakan bebas visa Schengen, dan bertepatan dengan momen tersebut, Parlemen Eropa meloloskan laporan Hubungan Politik dan Kerja Sama EU-Taiwan, yang mendukung peningkatan hubungan Taiwan dan Uni Eropa ke tingkat selanjutnya.

“Taiwan akan terus mempererat hubungan persahabatan dan kemitraan yang saling menguntungkan dengan Uni Eropa, serta negara-negara sehaluan lainnya, dan berperan sebagai mitra penting yang tidak tergantikan di kawasan Indo Pasifik bagi Uni Eropa, baik dalam bidang perdagangan, keamanan, dan perlindungan nilai-nilai,” demikian dikutip dari Kemlu Taiwan, Sabtu (23/10/2021). (ATN)

Tags: Indo PasifikTaiwanUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.