• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Biden: AS akan Mendukung ASEAN untuk Cegah Ancaman China

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Biden: AS akan Mendukung ASEAN untuk Cegah Ancaman China

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat mengikuti KTT ASEAN-Amerika Serikat (US-ASEAN Summit), Rabu (27/10/2021). Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali dukungannya kepada ASEAN dalam menjaga kebebasan navigasi laut dari ancaman China.

Menurut Biden, tindakan China terhadap Taiwan adalah bentuk ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas.

Hadir dalam KTT ASEAN-Amerika Serikat (US-ASEAN Summit), Rabu (27/10/2021), Biden juga mengatakan akan memulai pembicaraan dengan mitra di Indo Pasifik tentang mengembangkan kerangka ekonomi regional.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara telah menjadi medan pertempuran strategis antara AS dan China. Kedua negara telah berulang kali menunjukkan kehadiran militernya di kawasan tersebut dengan berbagai alasan.

Tekanan militer dan politik China terhadap Taiwan menjadi salah satu fokus perlwanan AS. Taiwan yang memperjuangkan demokrasi, sejauh ini selalu mengundang dukungan dari AS.

“Amerika Serikat memiliki komitmen yang kokoh terhadap Taiwan. Kami sangat prihatin dengan tindakan koersif China. Mereka mengancam perdamaian dan stabilitas regional,” ungkap Biden, seperti dikutip Reuters.

Perdana Menteri China Li Keqiang, yang juga hadir dalam pertemuan virtual tersebut, mengatakan bahwa menegakkan perdamaian, stabilitas, kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan adalah kepentingan semua orang.

Minggu lalu, Biden juga menegaskan kembali komitmen AS untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri dan membela Taiwan jika diserang oleh China.

China menyampaikan kekecewaan atas komentar Biden tersebut. Mereka meminta AS untuk tidak mengirim sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan yang bisa merusak hubungan China-AS dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan.

ASEAN memulai KTT pada hari Selasa (26/10) tanpa perwakilan dari Myanmar menyusul pengecualian jenderal utamanya karena mengabaikan proposal perdamaian.

Selain AS dan China, KTT minggu ini juga dihadiri Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (ATN)

Tags: ASEAN-Amerika SerikatIndo PasifikJoe BidenKTT ASEANLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.