ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bursa kredit karbon global dan pasar Climate Impact X (CIX) pada Jumat (5/11/2021) hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan lelang percontohan portofolio kredit karbon bermutu tinggi.
Lelang tersebut berhasil mengkiliring kredit karbon setara dengan 170.000 ton CO₂ dari delapan proyek NCS yang diakui, yang dikuratori untuk membentuk portofolio terdiversifikasi, dengan harga 8.00 dolar AS per ton. Setiap proyek NCS, yang mencakup reboisasi dan pencegahan deforestasi – di seluruh Afrika, Asia, dan Amerika Latin – menunjukkan kinerja tinggi dalam penyerapan karbon dan manfaat positif terverifikasi tingkat tinggi, seperti mendukung keragaman hayati, bersama dengan pembangunan sosial dan ekonomi di masyarakat sekitar.
Lelang percontohan itu menjadi kesempatan bagi CIX yang berbasis di Singapura, untuk memaparkan metode baru guna meningkatkan pasar karbon sukarela. Dengan mengkurasi pasokan ke dalam portofolio, CIX menyederhanakan pengalaman membeli; dengan memanfaatkan lelang, CIX menawarkan mekanisme penemuan harga efisien dan kompetitif, yang menetapkan harga pasar yang adil bagi pembeli dan penjual.
Proyek tersebut juga membantu mendukung basis luas manfaat positif dan distribusi yang diverifikasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Delapan proyek secara kolektif mendukung lebih dari 55.000 pekerjaan, meningkatkan pendidikan bagi lebih dari 35.000 siswa, membantu mendanai 60 proyek fasilitas dan infrastruktur medis; ditambah upaya melindungi lebih dari 250 spesies terancam.
Lelang portofolio itu adalah yang pertama untuk jenisnya di pasar karbon sukarela global. Dengan menyajikan transparansi, efisiensi, dan mitigasi risiko lebih besar bagi pembeli, pelelangan percontohan mendukung penskalaan pasar karbon sukarela, seperti yang dianjurkan oleh Gugus Tugas Penskalaan Pasar Karbon Sukarela (TSVCM).
“Lelang Percontohan adalah bukti nyata dari keinginan pembeli dan penjual bertemu satu sama lain melalui mekanisme pasar terpercaya. Itu juga menjadi bukti kuat bahwa platform pelelangan berfungsi, dan bahwa kredit karbon bermutu tinggi dapat menghasilkan nilai lebih baik. Kami percaya bahwa ini adalah langkah penting dalam perjalanan menuju peningkatan pasar karbon sukarela,” kata Piyush Gupta, CEO Bank DBS.
Lelang percontohan CIX menarik minat kuat banyak perusahaan global, dan kelompok pembeli terakhir mewakili segmen industri berbeda dan pelaku pasar aktif yang ingin mengembangkan pasar karbon sukarela: Dari kelompok pembeli, Bank DBS, Bursa Singapura, Standard Chartered dan Temasek, sebagai mitra pemodal CIX, membeli kredit karbon dengan harga kliring lelang alih-alih berpartisipasi dalam lelang.
Perusahaan lain termasuk: Berge Bulk, Boston Consulting Group, City Developments Limited, ENGIE, Gunung Capital, Marquis Energy Global, Mercuria Energy, SK Energy International, ST Telemedia Global Data Centres, STX Group, Trafigura, Vertree, Vitol.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang kami lihat melalui lelang percontohan ini. Kami melihat keyakinan pembeli dan penjual untuk kredit karbon bermutu tinggi dan khususnya antusiasme untuk solusi iklim alami. Alam ‘terlalu besar untuk gagal’,” kata Mikkel Larsen, Interim CEO of Climate Impact X.
“Standard Chartered senang menjadi bagian dari lelang percontohan CIX. Melalui fokusnya pada proyek bermutu tinggi dan harga transparan, lelang CIX menandai langkah pertama penting dalam membuka miliaran dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan iklim bersama kita. Dengan Satgas untuk Menskalakan Prinsip-Prinsip Karbon Inti Pasar Karbon Sukarela kemajuan baik, upaya untuk mewujudkan pasar karbon sukarela bermutu tinggi semakin cepat dan CIX siap membantu pasar ini mewujudkan potensi penuhnya dalam memerangi perubahan iklim,” kata Bill Winters, Kepala Eksekutif Grup, Standard Chartered.
Ke depan, CIX akan terus bekerja sama dengan lingkungan mitra teknologi yang memiliki visi sama untuk membangun pasar karbon sukarela terskalakan, terpercaya, dan bermutu tinggi. Ini termasuk Sylvera, yang menerapkan pembelajaran mesin pada data satelit dan analisis metodologis mendalam untuk mengevaluasi proyek; dengan Viridios AI untuk memberikan penilaian independen atas nilai pasar spot dari portofolio; dan dengan penyedia platform NovaFori untuk mengembangkan teknologi lelang.
CIX akan memanfaatkan keahlian dan pengalaman dari uji coba ini untuk meluncurkan lelang regular, yang akan diadakan pada awal 2022.
Sebagai referensi, Climate Impact X (CIX) dibentuk oleh DBS Bank, Singapore Exchange Limited (SGX), Standard Chartered, dan Temasek adalah pasar global dan bursa untuk kredit karbon bermutu tinggi yang berbasis di Singapura. CIX mempertahankan ambang batas tinggi untuk mutu kredit karbon yang ditawarkan pada platform-nya dan berkomitmen pada pendekatan berintegritas tinggi untuk meningkatkan pasar karbon sukarela. Awalnya, CIX berfokus pada solusi iklim alami, yang melibatkan perlindungan dan pemulihan ekosistem alami, seperti, hutan dan bakau.
Untuk mendukung standar mutunya, CIX bekerja sama dengan lingkungan mitra untuk memanfaatkan teknologi seperti, pemantauan satelit dan pembelajaran mesin, yang menyediakan data transparan seputar dampak dan risiko proyek. CIX sedang mengembangkan beberapa platform dan produk untuk secara fleksibel melayani berbagai kebutuhan pembeli dan pemasok kredit karbon.
Project Marketplace (diluncurkan pada triwulan I 2022) akan menawarkan pilihan kredit karbon bermutu tinggi yang dapat memenuhi tujuan keberlanjutan perusahaan. Lelang (diluncurkan pada paruh pertama 2022) adalah tempat digital khusus untuk menemukan harga proyek unik dan produk standar melalui agregasi pasokan dan permintaan pasar efisien. Hal ini dapat disesuaikan dengan berbagai macam kebutuhan khusus pelanggan/pembeli. Terakhir, Bursa memungkinkan perdagangan spot dua arah dari kredit berkualitas tinggi melalui kontrak standar. Bursa akan menjadi tuan rumah likuiditas berarti dan menyediakan pasar transparansi harga lebih jelas dan solusi manajemen risiko. (AT Network)
