• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cisarua Mountain Dairy Siap Ekspansi Pasar di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
November 11, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Cisarua Mountain Dairy Siap Ekspansi Pasar di Asia Tenggara

Kawasan industri PT Cisarua Mountain Dairy. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Cisarua Mountain Dairy, produsen makanan dan minuman Indonesia siap melebarkan sayap dengan ekspansi pasar di Asia Tenggara.

Dua negara yang menjadi target tahun depan, yakni Vietnam dan Malaysia

Menurut Presiden Direktur Cisarua Mountain Dairy Farell Sutantio, ekspansi pasar ini sejalan dengan pandangan perusahaan yang menilai Indonesia menjadi tempat yang tepat untuk basis produksi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami telah melakukan ekspor dalam jumlah cukup besar ke Filipina dengan produk yogurt drink. Produk tersebut, sudah tersedia hampir di semua modern trade di Manila dan juga kota lainya. Untuk Singapura, kami mengekspor produk yogurt squeeze,” kata Farell dalam keterangannya Rabu (10/11/2021).

Saat ini kata Farell, perusahaan sedang bersiap meluncurkan beberapa produk baru, salah satunya produk bakso Kanzler Single.

“Tahun depan, kami akan luncurkan susu UHT ukuran 1 liter dan juga yogurt dalam stick format. Kami memiliki pipeline produk yang siap diluncurkan dalam dua tahun mendatang,” jelasnya.

Strategi tersebut akan didukung oleh kondisi industri consumer goods yang dinilai memiliki prospek yang baik di Indonesia, seiring dengan mulai pulihnya Indonesia dari Covid-19.

Membaiknya tingkat kesehatan dipercaya mampu meningkatkan konsumsi barang-barang esensi, mengingat Indonesia juga memiliki jumlah masyarakat yang lebih dari 270 juta.

Sejauh ini, konsumsi produk susu di Indonesia cenderung bertumbuh, meskipun tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia pada tahun 2020.

Hasil riset Euromonitor, masih sebesar USD6 dolar. Jumlah itu masih lebih rendah dari sejumlah negara ASEAN lainya seperti Malaysia (16 dolar AS/kapita), Thailand (25 dolar AS/kapita) dan Vietnam (32 dolar AS/ kapita).

Kondisi tersebut menjadi peluang dan prospek bagi industri susu di Indonesia, yang tingkat konsumsi per kapitanya diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi USD11,7 dolar pada tahun 2025.

Lebih lanjut, agar produk perusahaan dapat bersaing di pasar. Perusahaan dengan produk yang biasa dikenal dengan nama Cimory ini, menyiasatinya dengan selalu berinovasi dalam produk baru sebagai pembeda. Beberapa produk inovatif dari Cimory, di antaranya yakni Kanzler sosis siap makan dalam pendingin, Yogurt dalam kemasan Squeeze dan pouch yang pertama di Indonesia.

“Pun, pada produk susu UHT, kami meluncurkan berbagai macam varian rasa seperti Hazelnut, Almond, Cashew dan Seasalt. Semuanya merupakan inovasi yang pertama kali ada di Indonesia. Strategi kami cukup jelas, kami ingin melakukan inovasi dan diferensiasi dari produk,” kata Farell.

Dari segi pemasaran, perusahaan Cimory bekerjasama dengan lebih dari 3000 ibu dari seluruh Indonesia atau yang disebut dengan Miss Cimory untuk memasarkan dan mendistribusikan produk perusahaan langsung kepada masyarakat.

Selain jadi channel penjualan eksklusif, kerjasama ini juga dapat membantu masyarakat agar dapat mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, perusahaan mengumumkan niatnya untuk menggalang dana dari pasar modal melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak 1.19 miliar saham.

Jumlah saham tersebut mewakili 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan yang dicatatkan dengan harga penawaran IPO mencapai Rp 2.780-3.160. Sehingga total dana hasil IPO yang akan dihimpun akan mencapai sebanyak-banyaknya Rp 3,7 triliun.

Dalam aksi ini, PT Mandiri Sekuritas dan PT CLSA Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi.

Setelah dikurangi dengan biaya emisi, perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk: Sekitar 33% akan digunakan untuk belanja modal terkait dengan penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi dalam bentuk: properti, pabrik, peralatan.

Sekitar 25%, untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak yaitu PT Macroprima Panganutama (MP), perusahaan pengolahan dan pengalengan makanan.

“Dana tersebut utamanya akan digunakan oleh MP untuk penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi, serta untuk modal kerja,” jelasnya.

Kemudian, sekitar 20% untuk penyetoran modal kepada entitas anak PT Macrosentra Niagaboga (MN), perusahaan yang bergerak di bidang agen dan distributor. Dana tersebut akan digunakan oleh MN untuk belanja modal yang berkaitan dengan rencana ekspansi pusat distribusi, serta untuk modal kerja.

Lalu, sekitar 15% akan digunakan untuk belanja modal yang berkaitan dengan ekspansi saluran distribusi dalam bentuk penambahan di toko dan retail dan sarana pendukung terkait peningkatan jumlah Miss Cimory yang meliputi pelatihan dan pengembangan.

Terakhir, sekitar 7% akan digunakan untuk modal kerja perusahaan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari hari.

Masa penawaran awal berlangsung dari 10-17 November 2021, masa penawaran umum perdana saham pada 30 November hingga 2 Desember 2021. Lalu, perkiraan izin efektif pada tanggal 26 November 2021.

“Apabila berjalan dengan lancar, Cisarua Mountain Dairy akan listing di BEI pada 6 Desember 2021 mendatang,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessCisarua Mountain DairyIndustri Makanan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.