• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perjanjian AUKUS Resmi Berlaku, Australia Mulai Bangun Kapal Selam Nuklir

China dan Prancis Protes Keras

by Redaksi Asiatoday
November 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perjanjian AUKUS Resmi Berlaku, Australia Mulai Bangun Kapal Selam Nuklir 1

Kapal selam buatan Naval Group. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perjanjian aliansi pertahanan baru Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS) Resmi berlaku.

Australia pun resmi memulai program untuk melengkapi angkatan lautnya dengan kapal selam bertenaga nuklir.

Laporan CNA, Senin (22/11/2021), Menteri Pertahanan Peter Dutton bergabung dengan diplomat AS dan Australia menandatangani perjanjian yang memungkinkan pertukaran informasi tenaga nuklir angkatan laut yang sensitif antara negara mereka.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Ini adalah perjanjian pertama tentang teknologi yang ditandatangani secara publik sejak ketiga negara tersebut mengumumkan aliansi pertahanan AUKUS pada bulan September.

Tujuannya untuk menghadapi ketegangan strategis di Pasifik di mana persaingan China-AS terus berkembang.

“Perjanjian itu akan memungkinkan kerja sama, yang selanjutnya akan meningkatkan postur pertahanan bersama kami,” kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan pada Jumat (19/11/2021) menjelang upacara penandatanganan bersama Dutton di Canberra serta Kuasa Usaha AS Michael Goldman dan Komisaris Tinggi Inggris Victoria Treadell.

Di bawah kesepakatan AUKUS, Australia akan memperoleh delapan kapal selam bertenaga nuklir canggih yang mampu melakukan misi jarak jauh secara diam-diam.

Kerjasama itu juga menyediakan berbagi kemampuan dunia maya, kecerdasan buatan, kuantum, dan bawah laut yang tidak terukur.

Perjanjian itu telah membuat marah China, yang menggambarkannya sebagai ancaman sangat tidak bertanggung jawab terhadap stabilitas di kawasan itu.

Kesepakatan itu juga membuat marah Prancis karena pada saat terakhir kontrak kapal selam diesel-listriknya dengan Australia yang bernilai A$90 miliar (US$65 miliar) dibatalkan.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison tidak menyesal tentang penandatangannya terhadap perjanjian tersebut. Dia bersikeras bahwa kesepakatan itu menyangkut kepentingan nasional negaranya dan bahwa dia tahu itu akan mengganggu pihak lain. (ATN)

Tags: AUKUSIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.