• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terjerat Utang, China Ambil Alih Bandara Internasional Uganda

by Redaksi Asiatoday
November 30, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terjerat Utang, China Ambil Alih Bandara Internasional Uganda

Bandara Internasional Entebbe Uganda di Afrika Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China dilaporkan telah mengambil alih Bandara Internasional Entebbe Uganda di Afrika Timur setelah pemerintah Uganda diduga gagal membayar utang ke China.

Sebagimana dilaporkan Economic Times, Senin (29/11/2021), Pemerintah Uganda telah mendapatkan pinjaman dari Bank Exim China sebanyak USD207 juta untuk memperluas Bandara Internasional Entebbe.

Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun. Pembayaran utang itu macet karena krisis yang dialami otoritas bandara.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Meski demikian, Presiden Uganda, Yoweri Museveni dilaporkan telah mengirim delegasi ke China untuk negosiasi ulang utang.

Ini bukan pertama kalinya Uganda menegosiasikan utang. Pada Maret 2021, Uganda juga pernah melakukan hal serupa.

Bandara Internasional Entebbe adalah satu-satunya bandara internasional Uganda yang bisa menampung lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun.

Dengan adanya pengambilalihan aset bandara ini oleh China, banyak spekulasi dan pertanyaan dari publik apakah pemerintah Uganda tidak mempertimbangkan atau melakukan pengawasan saat menerima perjanjian dari negara lain. Publik pun menilai Pemerintah Uganda terlalu terburu-buru menerima pinjaman dari China. (ATN)

Tags: AfrikaBelt and Road InitiativeChinaUgandaUtang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.