• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terjerat Utang, China Ambil Alih Bandara Internasional Uganda

by Redaksi Asiatoday
November 30, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terjerat Utang, China Ambil Alih Bandara Internasional Uganda

Bandara Internasional Entebbe Uganda di Afrika Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China dilaporkan telah mengambil alih Bandara Internasional Entebbe Uganda di Afrika Timur setelah pemerintah Uganda diduga gagal membayar utang ke China.

Sebagimana dilaporkan Economic Times, Senin (29/11/2021), Pemerintah Uganda telah mendapatkan pinjaman dari Bank Exim China sebanyak USD207 juta untuk memperluas Bandara Internasional Entebbe.

Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun. Pembayaran utang itu macet karena krisis yang dialami otoritas bandara.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

Meski demikian, Presiden Uganda, Yoweri Museveni dilaporkan telah mengirim delegasi ke China untuk negosiasi ulang utang.

Ini bukan pertama kalinya Uganda menegosiasikan utang. Pada Maret 2021, Uganda juga pernah melakukan hal serupa.

Bandara Internasional Entebbe adalah satu-satunya bandara internasional Uganda yang bisa menampung lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun.

Dengan adanya pengambilalihan aset bandara ini oleh China, banyak spekulasi dan pertanyaan dari publik apakah pemerintah Uganda tidak mempertimbangkan atau melakukan pengawasan saat menerima perjanjian dari negara lain. Publik pun menilai Pemerintah Uganda terlalu terburu-buru menerima pinjaman dari China. (ATN)

Tags: AfrikaBelt and Road InitiativeChinaUgandaUtang
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.