• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Era Baru NU, Gus Yahya Usung Visi Kemandirian dan Perdamaian Dunia

by Redaksi Asiatoday
December 24, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Era Baru NU, Gus Yahya Usung Visi Kemandirian dan Perdamaian Dunia

Gus Yahya Cholil Staquf saat memimpin doa bersama untuk kelancaran Muktanar ke-34 NU, yang digelar di Lampung, Jumat, 24 Desember 2021. Dok

ASIATODAY.ID, LAMPUNG – Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) kini memasuki era baru.

KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang baru saja terpilih, mengusung dua agenda besar untuk menyongsong abad kedua organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Yahya, sapaan akrabnya mengungkapkan dua agenda tersebut yakni membangun kemandirian warga nahdliyin dan meningkatkan peran NU dalam mendukung perdamaian dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurutnya, kedua agenda besar tersebut serupa dengan tema acara Muktamar ke-34 NU yaitu Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia.

“Sebetulnya yang dimaksud tema itu adalah bahwa di dalam menyongsong abad kedua NU, kita mau dan menginginkan memancangkan dua agenda besar,” kata Yahya di Lampung, Jumat (24/12/2021).

Gus Yahya optimis bahwa kedua agenda besar tersebut bisa segera diwujudkan. Dia juga meminta dukungan dari seluruh warga nahdliyin untuk mewujudkan dua agenda besar NU tersebut.

“Saya optimis dua agenda besar ini bisa terwujud,” imbuhnya.

Ada enam komisi yang dibentuk dalam Muktamar ke-34 NU, yakni komisi qanuniyah yang membahas persoalan perundang-undangan, komisi maudhu’iyah yang fokus pada isu-isu tematik, komisi waqi’iyah yang fokus pada status hukum fiqih kasus-kasus aktual, komisi organisasi, komisi program, dan komisi rekomendasi.

Diketahui, Yahya Cholil Staquf resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021-2026. Terpilihnya Yahya Cholil berdasarkan hasil pemilihan yang dilakukan dalam Muktamar ke-34 NU, yang digelar di Lampung, Jumat, 24 Desember 2021.

Dalam pemilihan tersebut, Yahya berhasil mengantongi 337 suara, unggul dari inkamben yakni Said Aqil Siradj yang mendapatkan 210 suara. (ATN)

Tags: Gus YahyaIslam DamaiNahdlatul UlamaPerdamaian Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.