• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia Protes PM Kamboja ke Myanmar Tanpa Konsultasi Pimpinan ASEAN

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Malaysia: AUKUS Berpotensi Memicu Instabilitas di Kawasan Indo Pasifik

Negeri Malaysia. Dok

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menegur Perdana Menteri Kamboja Hun Sen karena berkunjung ke Myanmar tanpa berkonsultasi dengan negara anggota ASEAN.

Menurut Saifuddin, kunjungan Hun Sen selama dua hari di Myanmar tidak membawa hasil yang signifikan.

Sebagai ketua bergilir ASEAN, Hun Sen pekan lalu menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi Myanmar sejak junta militer merebut kekuasaan dalam kudeta hampir setahun lalu. Perjalanan Hun Sen ke Myanmar menuai kritik luas.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kunjungan Hun Sen dinilai akan melegitimasi aturan militer, yang telah terlibat dalam pertempuran intensif dengan sejumlah kelompok bersenjata.

“Kami berharap dia (Hun Sen) setidaknya bisa berkonsultasi kepada beberapa pemimpin mengenai apa yang harus dia katakan. Bukannya kami mencoba mengajarinya, tetapi biasanya ASEAN berkonsultasi satu sama lain saat ingin melakukan sesuatu yang dianggap penting,” kata Saifuddin, dilansir South China Morning Post, Jumat (14/1/2022).

Saifuddin mengatakan, perjalanan Hun Sen bertemu pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing tidak menghasilkan apapun. Bahkan setelah Min Aung Hlaing berjanji untuk memperpanjang gencatan senjata dengan kelompok etnis bersenjata.

Rezim Myanmar tetap dalam konflik terbuka dengan beberapa kelompok bersenjata, termasuk pasukan pemula yang dipimpin oleh sekutu pemimpin sipil yang terguling Aung San Suu Kyi.

Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi memuji upaya positif Phnom Penh untuk menyelesaikan situasi, yang menghasilkan kemajuan menuju gencatan senjata.

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan, Kamboja perlu melaksanakan konsensus lima poin yang disepakati antara Myanmar dan ASEAN tahun lalu. Kamboja juga harus membuat kunjungan ke Myanmar bersama dengan utusan khusus, untuk bertemu semua pihak terkait.

Kamboja Tolak Kritik

Tahun ini, Kamboja menjabat sebagai ketua bergilir blok Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, menolak kritik bahwa kunjungan Hun Sen akan melegitimasi junta Myanmar. Prak Sokhonn mengatakan, fokus Kamboja adalah untuk memperbaiki situasi di Myanmar.

“Upaya akan tetap fokus pada peta jalan perdamaian dan konsensus lima poin yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN tahun lalu,” kata Prak Sokhonn.

Prak Sokhonn mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan membuka jalan bagi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, serta dialog inklusif dan kepercayaan politik di antara semua pihak terkait. Kunjungan utusan khusus ASEAN ke Myanmar telah ditunda setelah junta menolak mengizinkannya bertemu dengan pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.

Sebagai tanggapan, ASEAN mengeluarkan pemimpin junta Myanmar dari pertemuan tingkat tinggi pada Oktober lalu. Ini merupakan tindakan yang jarang dilakukan oleh ASEAN.

“Krisis Myanmar memiliki implikasi buruk bagi stabilitas regional, citra, kredibilitas, dan persatuan ASEAN,” kata Prak Sokhonn.

Prak Sokhonn mengatakan, Kamboja sedang melakukan upaya untuk mengizinkan pemimpin junta Myanmar menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta tahun lalu. Lebih dari 1.400 orang tewas dalam tindakan keras militer untuk membungkam perbedaan pendapat, dan membubarkan aksi pro-demokrasi. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.